Hukum Mengadakan Istigasah

0
316

BincangSyariah.Com – Mungkin banyak dari kita yang pernah mendapatkan undangan di grup whatsapp atau sekedar melihat beleho besar di pinggir jalan yang bertuliskan bebrapa jadwal Istigasah. Asal kata dari Istigasah sendiri adalah Al Ghaus  yang memiliki makna pertolongan. Dengan demikian, Istigasah adalah kumpulan doa-doa yang dibaca untuk menghubungkan diri pribadi kepada Allah yang berisikan kehendak dan permohonan yang didalamnya diminta bantuan tokoh-tok yang popular dalam amal salehnya.

Istigasah biasa dilakukan agar bisa melewati masa-masa sukar dan sulit dengan baik. Sebagaimana Nabi Muhammad memohon bantuan Allah saat beliay di tengah berkecamuknya perang Badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam sendri. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberikan bantuan pasukan tambahan berupa seibu pasukan malaikat. Dalam QS Al Anfal dikisahkan:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut

Keterangan di atas menggambarkan sebuah kebolehan untuk meminta pertolongan kepada Allah melalui Istigasah. Istigasah sebenamya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata Istigasah konotasinya lebih dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam Istigasah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Oleh karena itu, Istigasah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu, terutama istighfar, sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu.

Adapun Struktur bacaan dalam istigasah terdiri dari himpunan kalimah toyyibah yang terdiri dari istighfar, tashbih, tahmid, tahlil dan bacaan-bacaan lain yang dianjurkan dalam  Islam. Pembacaan Istigasah itu sendiri tidak lepas dari yang namanya tawasul, yang merupakan salah satu jalan dari berbagai jalan tadzorru’ kepada Allah.

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani menjelaskan tentang faedah berdzikir serta riwayat yang menganjurkanya. Faedah-faedah melakukan dzikir itu tidak terbatas, karena orang yang berdzikir menjadi teman duduk Allah yang tidak melihat perantara antara dirinya dengan tuhannya. Kaum sufi sepakat bahwa dzikir merupakan pembuka kegaiban, yang mendatangkan kebaikan, teman bagi keterasingan dan tersebarnya kewalian

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here