Hukum Menerima Hibah dari Non-Muslim

0
475

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak dari kalangan non-muslim yang memberikan bantuan dan dana hibah kepada orang-orang muslim. Respon orang-orang muslim beragama dalam menyikapi dana hibah dari non-muslim ini, ada sebagian yang membolehkan dan menerima, dan ada sebagian yang melarang dan menolaknya. Sebenarnya, bagaimana hukum menerima hibah dari non-muslim dalam Islam?

Menurut para ulama, menerima dana hibah dari non-muslim hukumnya boleh dan halal. Dalam Islam tidak ada larangan bagi pemeluknya untuk menerima kebaikan dari pemeluk agama lain. Kita boleh dan halal menerima bantuan dan dana hibah dari non-muslim sebagaimana kita juga boleh membantu dan memberikan hibah kepada mereka. (Baca: Hukum Wakaf dan Hibah Manfaat Asuransi)

Bahkan dalam kitab Kifayatut Tanbih fi Syarh Al-Tanbih disebutkan bahwa menurut pendapat ulama yang lebih shahih, menerima hibah dari non-muslim yang memusuhi orang-orang muslim sekalipun hukumnya boleh dan sah, apalagi menerima hibah dari non-muslim yang hidup damai dengan orang-orang muslim.

Ibnu Al-Rif’ah berkata dalam kitab Kifayatut Tanbih fi Syarh Al-Tanbih sebagai berikut;

وتصح الهبة من الحربي على الأصح

Dan sah menerima hibah dari non-muslim harbi menurut pendapat ulama yang lebih shahih.

Menurut para ulama, kita boleh menerima semua bentuk kebaikan sosial dari non-muslim, mulai dari sedekah biasa, hadiah, hibah, dan lainnya. Terdapat beberapa hadis yang dijadikan dasar kebolehan menerima dana hibah dan kebaikan lainnya dari non-muslim. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Sayidina Ali, dia berkata;

أهدى كسرى لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقبل منه وأهدى له قيصر فقبل ، وأهدت له الملوك فقبل منها

Sesungguhnya Kisra atau raja Persia memberi hadiah kepada Nabi Saw. dan beliau menerimanya. Kaisar Romawi memberi hadiah kepada Nabi Saw. dan beliau menerimanya, dan raja-raja lain juga memberi hadiah kepada beliau dan beliau menerima hadiah tersebut dari mereka.

Juga hadis riwayat Imam Nasai dari Abdurrahman bin Alqmah, dia berkata;

لما قدم وفد ثقيف قدموا معهم بهدية ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : أهدية أم صدقة ؟ فإن كانت هدية فإنما نبتغي بها وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم وقضاء الحاجة ، وإن كانت صدقة فإنما يبتغى بها وجه الله ، قالوا : لا ، بل هدية ، فقبلها منهم

Baca Juga :  Lima Golongan yang Dikhawatirkan Meninggal Suul Khatimah

Setelah utusan bani Tsaqif datang, mereka datang dengan membawa hadiah. Kemudian Nabi Saw. berkata, ‘Hadiah apa sedekah (zakat)? Jika hadiah, maka sesungguhnya kami mengharap keridhaan Rasulullah dan menunaikan hajat. Jika sedekah, maka hanya mengharap ridha Allah. Mereka berkata, ‘Tidak, sebaliknya itu hadiah.’ Maka Nabi Saw. menerima hadiah tersebut dari mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here