Hukum Mendoakan Buruk untuk Orang yang Menzalimi

0
13

BincangSyariah.Com – Di antara kita mungkin pernah menzalimi atau dizalimi orang lain. Saat menzalimi orang lain, bisa saja kita melakukannya dalam keadaan sadar. Namun, terkadang juga kita melakukannya karena khilaf. Jika kita ingat pernah merasa menazalimi orang lain, segeralah minta maaf. Ini karena saat dizalimi, kita tidak jarang mendoakan buruk untuk orang yang menzalimi kita. Sebenarnya boleh tidak mendoakan buruk untuk orang yang menzalimi?

Memaafkan dan tidak mendendam pada orang yang menzalimi kita itu jauh lebih baik sebagaimana tuntunan Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman dalam surat al-Nahl ayat 126:

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

Artinya:

Jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

Menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam al-Tafsir al-Munir, ayat ini menjelaskan mengenai kebolehan membalas kezaliman dengan sepadan terhadap orang yang menzalimi kita. Orang yang dizalimi dilarang membalas melebihi apa yang dilakukan pelaku zalim. Mencubit dibalas dengan cubitan, menyentil dibalas dengan sentilan, menampar dibalas dengan tamparan, dan seterusnya. Akan tetapi, jika kita dapat bersabar dan memaafkan, itu pertanda Allah memberikan keanugerahan pada kita. Tentu ini lebih baik. (Baca: Doa Al-Hasan Al-Bashri untuk Orang yang Menzaliminya)

Dalam sebuah hadis dari sahabat Abu Huraiah yang mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Harta tak akan terkurangi karena sedekah. Allah akan menambahkan kemulian bagi hamba-Nya yang memaafkan. Orang yang rendah hati karena Allah, ia akan Allah angkat derajatnya” (HR Muslim).

Kita tidak membalas dengan apa yang orang zalim itu lakukan, akan tetapi kita mendoakan buruk untuk orang yang menzalimi kita itu. Apakah boleh?

Baca Juga :  Penghormatan Nabi pada Jenazah Yahudi

Dalam kitab al-Kabair karya Imam al-Adzahabi diceritakan bahwa Imam Wahab bin Munabbih menceritakan, ada orang kaya yang diktator membangun sebuah istana mewah. Sementara itu, ada seorang nenek tua renta yang fakir hendak membangun saung untuk ia bernaung.

Karena tak punya hati, saung itu pun dihancurkan oleh orang sombong tersebut. Nenek itu pun bersedih dan bertanya pada orang sekitar, “Siapa yang menghancurkan saungku ini?” “Raja kaya sombong itu, Nek.” Nenek itu pun bermunajat pada Allah, “Ya Tuhan, jika aku tak hadir menyaksikan penghancuran saungku ini, lalu di mana Engkau?” Allah pun terhentak atas doa ibu tersebut. Allah memerintahkan malaikat Jibril menghancurkan istana raja dan seisinya.

Menurut ulama-ulama Mesir pada Darul Ifta al-Mishriyyah, Syekh Doktor Muhammad Abdus Sami’ berpendapat, tidak ada dosa mendoakan keburukan atas orang yang menzalimi kita. Akan tetapi, kita juga dianjurkan banyak membaca hasbiyallah wa ni’mal wakil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here