Hukum Mencicipi Masakan saat Puasa

0
1216

BincangSyariah.Com – Memasak adalah aktivitas harian yang tidak dapat ditinggalkan oleh mayoritas ibu rumah tangga atau bagi koki di restoran dan rumah makan. Demi menghidangkan masakan yang lezat dan enak bagi keluarga atau pengunjung restoran, maka diperlukan acara mencicipi makanan yang dimasak terlebih dahulu. Apakah keasinan, kemanisan, atau kurang bumbu lain.

Namun, apa jadinya jika sang ibu atau koki tersebut dalam keadaan berpuasa? Apakah boleh baginya mencicipi masakannya?

Hukum mencicipi makanan saat berpuasa adalah boleh, dengan syarat tidak sampai ditelan, tetapi hanya sampai sebatas lidah saja kemudian langsung dilepeh. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh para imam ahli fiqh. Di antaranya disebutkan di dalam Attahrir karya imam Zakariya al Anshari berikut ini

فلا يضر وصول ريح بالشم الى دماغه ولا وصول الطعم بالذوق الى حلقه

Maka tidaklah membahayakan (puasa) sampainya bau dengan mencium hingga sampai otaknya, dan sampainya makanan dengan mencicipi sampai tenggorokannya.”

Tetapi di dalam kitab Fathul Wahhab Syarh Minhajit Thullab karya imam Zakariya al Anshari juga beliau mengategorikan dalam hal-hal yang disunahkan di dalam puasa. yakni sunnah untuk tidak mencicipi makanan atau lainnya.

وترك ذوق لطعام أو غيره خوف وصوله حلقه وتقييد الأصل بذوق الطعام جرى على الغالب

Dan (sunah) meninggalkan mencicipi makanan atau lainnya karena khawatir sampainya ke tenggorokannya. Dan pembatasan asl dengan mencicipi makanan adalah sesuai dengan kadar kebiasaan.”

Jadi, hukumnya boleh mencicipi masakan saat berpuasa, tetapi jangan sampai ditelan. Dan mencicipinya adalah hanya sebatas kewajaran, tidak boleh melebihi batas mencicipi pada umumnya.

Namun, jika memang ada anggota keluarga atau teman dari koki di restoran yang tidak berpuasa karena haid atau nonmuslim, maka menyuruh orang tersebut lebih aman dan disunahkan dari pada mencicipi sendiri.

Baca Juga :  Muncul Gerakan Jumat Berhijab Pasca Serangan Teror di Selandia Baru

Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here