Hukum Menceritakan Masa Lalu pada Istri Atau Suami

0
18

BincangSyariah.Com – Di antara pertanyaan yang sering ditanyakan oleh sebagian orang adalah mengenai hukum menceritakan masa lalu pada istri atau suami. Umumnya, hal ini dilakukan demi bersikap jujur sehingga istri atau suami tahu tentang masa lalu istri atau suami. Dalam Islam, bagaimana hukum menceritakan masa lalu pada istri atau suami ini?

Menceritakan masa lalu pada istri atau suami hukumnya tidak boleh dalam Islam. Meski bertujuan untuk jujur, suami tidak boleh menceritakan masa lalunya pada istrinya, begitu juga istri tidak boleh menceritakan masa lalunya pada suaminya.

Hal ini karena dalam Islam, orang yang pernah melakukan perbuatan maksiat diwajibkan untuk menutupinya dan tidak menceritakan kepada siapapun, baik kepada istri atau suami. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وَاعْلَمْ أَنَّهُ يُسَنُّ لِلزَّانِي وَلِكُلِّ مَنِ ارْتَكَبَ مَعْصِيِّةً أَنْ يَسْتُرَ عَلَى نَفْسِهِ لِخَبَرِ مَنْ أَتَى مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللهِ تَعَالَى

Ketahuilah bahwa disunnahkan bagi pelaku zina dan setiap orang melakukan kemaksiatan untuk menutupinya atas dirinya. Ini berdasarkan hadis: Barangsiapa yang melakukan satu perbuatan keji, maka hendaknya ia menutupi dengan tutup Allah.

Dalam kitab Al-Taj wa Al-Iklil li Mukhtashar Khalil, Muhammad bin Yusuf bin Abi Al-Qasim Al-Abdari menyebutkan mengenai kewajiban menutupi maksiat masa lalu dan tidak menceritakannya kepada orang lain, meskipun pada pasangan sendiri. Beliau berkata sebagai berikut;

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَصَابَ مِنْ مِثْلِ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ قَالَ فِي التَّمْهِيدِ : فِي هَذَا الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ السِّتْرَ وَاجِبٌ عَلَى الْمُسْلِمِ فِي خَاصَّةِ نَفْسِهِ إذَا أَتَى فَاحِشَةً ، وَوَاجِبُ ذَلِكَ أَيْضًا فِي غَيْرِهِ

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang melakukan sesuatu dari yang semisal perbuatan yang keji, maka hendaknya ia menutupinya dengan tutup Allah. Dalam kitab At-Tamhid, Ibnu Abd Al-Barr berkata bahwa dalam hadis ini terdapat petunjuk yang menunjukkan bahwa ketika seorang muslim melakukan perbuatan yang keji, maka wajib baginya menutupinya, dan begitu juga menutupi maksiat orang lain.

Dengan demikian, menceritakan masa lalu pada orang lain, termasuk pada istri atau suami, merupakan perbuatan terlarang dalam Islam. Suami atau istri wajib menutupi masa lalunya dan tidak boleh menceritakannya pada istri atau suaminya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here