Hukum Menanam Pohon di Atas Kuburan

0
5002

BincangSyariah.Com – Setelah jenazah diletakkan di liang lahat dan diratakan dengan tanah, keluarga dan kerabatnya biasanya menaburi bunga di atas kuburan jenazah tersebut. Namun ada sebagian yang menanam pohon tertentu di atas kuburannya. Mereka beranggapan bahwa hal tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada jenazah dan agar pohon tersebut selalu tetap hidup sehingga terus meringankan siksa kuburnya. Sebenarnya, bagaimana hukum menanam pohon di atas kuburan? (Hukum Memugar Kuburan)

Menanam pohon di atas kuburan dengan maksud agar bisa memberikan keringanan siksa pada jenazah, jika pohon tersebut termasuk pohon kecil sehingga tidak akan merusak kuburan dan akarnya tidak sampai pada jenazah, maka hal itu hukumnya makruh. Namun jika akan merusak kuburan dan akarnya sampai pada jenazah karena pohonnya termasuk pohon besar, maka hukumnya haram.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

وأما غرس الشجر على القبر وسقيها فإن أدى وصول النداوة أو عروق الشجر إلى الميت حرم وإلا كره كراهة شديدة وقد يقال يحرم

Sedangkan menanam pohon di atas kuburan dan menyiraminya adalah apabila akar atau dahan pohon tersebut dapat mencapai pada mayat, maka hukumnya haram. Sementara bila tidak sampai pada mayat, maka hukumnya sangat makruh, bahkan ada yang menghukuminya juga haram.

Adapun jika yang ditanam adalah pohon bunga yang memiliki dahan dan akar yang kecil, maka hukumnya sunnah. Ini sebagaimana Nabi Saw pernah meletakkan dan menanam dahan pohon kurma di atas kuburan agar bisa meringankan siksa ahli kubur.

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, dia berkata;

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، ثم قال بلى، إنه لكبير، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، قَالَ: فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ، ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا، وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا، ثُمَّ قَالَ: لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Baca Juga :  Hukum Mencium Batu Nisan Saat Ziarah Kubur

Suatu ketika Nabi saw melewati dua kuburan, kemudian beliau berkata; ‘Sesungguhnya kedua penghuni kuburan ini sedang diazab, mereka berdua diazab bukan karena dosa besar. Adapun salah satunya dahulu tidak menutup diri ketika kencing. Adapun yang lainnya, dahulu sering berjalan sambil menyebar fitnah.

Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah, dan dibelah menjadi dua, masing-masing ditanam pada kedua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya; ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?’ Beliau menjawab; ‘Mudah-mudahan ini bisa meringankan azab keduanya selama belum kering.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here