Hukum Menamai Anak dengan Nama Jibril

0
2287

BincangSyariah.Com – Di dalam Islam, Jibril dikenal sebagai nama dari malaikat pembawa wahyu. Malaikat Jibril termasuk di antara kelompok malaikat yang wajib diketahui oleh setiap muslim yang sudah mukallaf. Karenanya, tidak heran jika nama Jibril sangat populer di kalangan kaum muslim. Lantas, bagaimana jika ada anak yang diberi nama ‘Jibril’, apakah boleh?

Para ulama berbeda pendapat terkait kebolehan memberi nama anak dengan nama Jibril. Menurut kebanyakan ulama Syafi’iyah, memberi nama anak dengan nama Jibril maupun nama-nama malaikat yang lain hukumnya boleh. Boleh memberi nama anak dengan nama Jibril, Mikail, Israfil dan nama malaikat yang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mughnil Muhtaj berikut;

وَلَا تُكْرَهُ التَّسْمِيَةُ بِأَسْمَاءِ الْمَلَائِكَةِ وَالْأَنْبِيَاءِ وَيس وَطَه خِلَافًا لِمَالِكٍ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى

Tidak makruh memberikan nama dengan nama malaikat dan para nabi atau Yasin dan Thaha, berbeda halnya dengan pandangan Imam Malik.

Sementara menurut Imam Malik, memberi nama anak dengan nama Jibril hukumnya makruh. Begitu juga dengan Hard bin Maskan, beliau memakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama malaikat, termasuk nama Jibril.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Majmu’ berikut;

مذهبنا ومذهب الجمهور جواز التسمية باسماء الانبياء والملائكة صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ولم ينقل فيه خلاف الا عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه أنه نهى عن التسمية بأسماء الانبياء وعن الحرد بن مسكن انه كره التسمية باسماء الملائكة وعن مالك كراهة التسمية بجبريل وياسين

Pendapat kami (ulama Syafi’iyah) serta pendapat kebanyakan ulama membolehkan untuk memberi nama dengan nama para nabi dan malaikat-Semoga rahmat Allah dan salam-Nya tercurah pada mereka-dan tidak terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama kecuali yang diriwayatkan dari Umar bin Khatthab yang melarang pemberian nama menggunakan nama-nama para nabi. Al-Hard bin Maskan memakruhkan memberikan nama-nama para malaikat, sementara Imam Malik memakruhkan pemakaian nama Jibril dan Yasin.

Baca Juga :  Prof. M. Quraish Shihab: Karena Cinta Tanah Air Itu Naluri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here