Hukum Menalqin Non-Muslim yang Sakaratul Maut

0
742

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, menjenguk orang sakit, baik saudara sendiri, teman, dan tetangga, termasuk akhlak yang sangat terpuji dan perbuatan yang sangat dianjurkan. Anjuran ini bertujuan agar kita bisa mendoakan sekaligus memberi kebahagiaan pada orang yang sedang sakit tersebut. Selain itu, agar kita bisa mentalqin dengan kalimat tauhid jika dia sudah sakaratul maut. Namun bagaimana jika kebetulan orang yang sedang sakaratul maut tersebut adalah non-muslim, apakah boleh kita menalqinnya dengan kalimat tauhid?

Menuntun dan mentalqin non-muslim yang sedang sakaratul dengan kalimat syahadat dan kalimat tauhid hukumnya boleh. Tidak ada larangan dalam Islam untuk mentalqin non-muslim yang sedang sakaratul maut. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw pernah mengajak pembantunya yang masih berstatus sebagai Yahudi untuk memeluk Islam pada saat dia sedang sakit dan hendak meninggal.

Riwayat dimaksud adalah dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang bersumber dari Anas bin Malik, dia berkisah;

أَنَّ غُلَامًا مِنَ اليَهُودِ كَانَ يَخدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ ، فَقَعَدَ عِندَ رَأسِهِ ، فَقَالَ : أَسلِم . فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِندَ رَأسِهِ ، فَقَالَ لَه : أَطِع أَبَا القَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ . فَأَسلَمَ ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ : الحَمدُ لِلَّهِ الذِي أَنقَذَهُ مِنَ النَّارِ

Sesungguhnya ada pemuda Yahudi yang melayani Nabi Saw. Suatu hari dia sakit dan Nabi Saw datang menjenguknya, dan beliau duduk di sebelah kepalanya. Nabi Saw berkata, ‘Hendaklah kamu masuk Islam.’ Pemuda tersebut melihat pada bapaknya yang duduk di sebelah kepalanya. Kemudian bapaknya berkata pada pemuda (anaknya) tersebut, ‘Ikutilah Abul Qasim, Nabi Saw.’ Kemudian pemuda tersebut masuk Islam dan Nabi Saw setelah itu keluar seraya berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka.

Berdasarkan hadis ini, maka Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin mengatakan bahwa jika non-muslim yang sedang sakaratul maut bisa diharapkan masuk Islam, maka kita wajib mentalqinnya dengan kalimat syahadat dan kalimat tauhid. Namun jika tidak bisa diharapkan, maka mentalqin hukumnya sunnah. Beliau berkata;

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here