Hukum Menafkahi Orang Tua Bagi Seseorang yang Telah Menikah

1
2283

Bincangsyariah.Com – Islam mengajarkan kita berbuat baik kepada kedua orang tua. Sebagaimana mereka merawat kita sejak kita dilahirkan, Islam pun menganjurkan seorang anak untuk merawat orang tua mereka yang telah renta. Seperti menjaga atau sekedar memenuhi kebutuhan orang tua.

Lalu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana hukumnya bagi seseorang yang sudah menikah dalam hal memberi nafkah kepada orang tuanya? Apakah wajib atau sunah?

Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama tentang kondisi orang tua. Kedua kemampuan yang bersangkutan.

Seorang anak wajib memberi nafkah kepada orang tua jika mereka dalam kondisi fakir, miskin, atau lumpuh sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

قال ابن المنذر: أجمع أهل العلم على أن نفقة الوالدين الفقيرين الذين لا كسب لهما ولا مال واجبة في مال الولد

Ibnu Mundzir berkata, “Telah sepakat para ulama bahwa menafkahi kedua orang tua yang dalam keadaan fakir, tak punya harta dan pekerjaan adalah wajib yang diambil dari harta anak.”

Jika kondisi mereka sudah cukup, mereka dapat bekerja, namun tidak cukup, hukumnya sunnah sebagai bentuk ihsan kepada mereka.

وبالوالدين احسانا

Dan kepada kedua orang tua, berbuat ihsan lah. (al-Israa : 23)

Kedua, terkait kemampuan anak. Hanya anak-anak yang mampu menafkahi yang wajib. Jika penghasilan anak hanya cukup untuk dirinya, dia hanya wajib menafkahi dirinya sendiri.

Jika sudah berkeluarga, dia harus memperhatikan dulu kebutuhan keluarganya. Lalu orang tuanya, dan kerabatnya. Rasulullah saw bersabda,

ابدأ بنفسك. رواه مسلم.

Dahulukan dirimu (HR. Muslim)

Wallahu’alam.

Baca Juga :  Benarkah Ali bin Abi Thalib pernah Membakar Kaum Murtad? (Bagian III)

1 KOMENTAR

  1. Gimana ya, kalo ibu dari suami sering minta sesuatu yang lebih, dan berlebihan, padahal anak² nya masih ada yang dewasa, suaminya masih sehat. Pekerjaan semuanya alhamdulillah, layak bagus semua. Kehidupan keluarganya jiga sangat layak,

    Saya masih bingung sampai sekarang, apa harus suami menuruti apapun yang di inginkan orangtua nya.
    Jujur saya tidak terima, apalagi berlebihan.
    Minta sesuatu yang sudah boleh dibilang banyak, membuat saya berfikir tak pernah merasa puas/cukup dengan sesuatu.
    Padahal sudah banyak memiliki nya.
    Gimana mau bahagia, kalo selalu iri dengan orang orang sekitar yang memiliki sesuatu yang baru.
    Saya juga bingung jelasin nya.

    Kalo di nilai dengan harga, boleh buaat kebutuhan 4 bulan mungkin.
    Gimana ya? Mohon pencerahannya,,
    *Karena menurut saya, lelaki yang sudah punya istri, harus (wajib) mengutamakan apapun berhubungan dengan keluarga nya (rumah tangga bersama istri).
    Buat apa nikah,beristri kalo semua bergantung pada suami Kita, apa gitu maksudnya. Untung belum punya anak, belum banyak kebutuhan,

    Saya tidak iri, cuma yang berlebihan seperti ini, membuat saya tidak nyaman .
    Mohon pencerahannya ,Saran pendapat, nasehat nya,,

    Terima Kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here