Hukum Memperingati Haul Orang Saleh

0
14540

BincangSyariah.Com – Haul dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di antaranya didefinisikan dengan ‘peringatan hari wafat seseorang yang diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah)’. Memperingati haul ulama atau kiai yang memiliki jasa besar di masyarakat terhadap pengembangan Islam merupakan hal lumrah yang dilakukan umat Muslim di Indonesia. Memperingati haul tersebut dilakukan dengan cara mengadakan doa bersama dan ceramah agama dengan mengundang penceramah yang mumpuni. Apakah memperingati haul seperti ini dibolehkan dalam Islam?

Meramaikan haul para wali, orang saleh, dan ulama dengan merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini karena bertujuan untuk mengingat dan meneladani perjuangan mereka. Selain itu, tidak ada larangan juga mengkhususkan hari tertentu untuk memperingati haul tersebut. Menurut fatwa Darul Ifta al-Mishriyyah nomor 864, yang dikeluarkan pada 28 September 2007, memperingati haul tersebut senada dengan pesan umum firman Allah Swt. sebagaimana berikut.

 وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Ingatkanlah mereka terhadap hari-hari kebesaran Allah, karena hal itu pasti menjadi pengingat bagi orang-orang yang banyak bersabar dan bersyukur (Q.S. Ibrahim: 5)

Menurut Syekh Ibnu ‘Asyur dalam tafsir at-Tahrir wat Tanwir, ayyamillah dalam ayat di atas adalah hari-hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israel dari musuh-musuh mereka yang selalu menindas. Ayat ini diturunkan pada Nabi Muhammad untuk memperingati umatnya mengenai perjuangan Bani Israel bersama Nabi Musa yang melawan penindasan yang dilakukan Firaun.

Artinya, pesan ayat ini adalah mengingatkan umat Nabi atas peristiwa-peristiwa masa lalu yang memiliki nilai sejarah. Hal itu merupakan upaya edukasi pada umat Nabi saw. agar selalu sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian sebagaimana yang dialami Nabi Musa dan Bani Israel. Selain itu, peristiwa sejarah masa lalu juga dapat menjadi pengigat bagi umat Nabi Muhammad saw. agar selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan. Ini karena bsa jadi beban penderitaan yang dipikul orang terdahulu lebih berat daripada apa yang kita rasakan saat ini.

Baca Juga :  Ingin Dikumpulkan Bersama Orang-orang Saleh, Ini Doa yang Dibaca Sayidina Umar

Hal ini pun berlaku terkait peringatan haul bagi wali dan ulama-ulama yang dahulu berjuang menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru Indonesia. Kita memperingati haul itu sama saja seperti halnya kita mengenang jasa-jasa yang mereka berikan kepada kita. Tujuannya adalah agar kita dapat menjadi seperti mereka atau bahkan lebih baik dan meningkat.

Lalu bagaimana misalnya jika dalam acara haul tersebut terdapat hal-hal haram yang terjadi di acara-acara haul, misalnya terdapat muda-mudi yang memanfaatkan situasi tersebut untuk pacaran? Tentu kita harus mengingkari perbuatan haram tersebut. Namun bukan berarti kita menghilangkan atau melarang acara haulnya. Kita harus mengorganisasi acara tersebut dengan susunan acara yang mengandung hal-hal positif yang dianjurkan dalam Islam. Wallahu a‘lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here