Hukum Mempelai Perempuan Bercadar saat Akad Nikah

2
3539

BincangSyariah.Com – Fenomena perempuan bercadar saat ini sudah lumrah dijumpai di tempat-tempat umum. Bercadar sekarang sudah menjadi tren dan fashion bagi kaum perempuan Muslimah di Indonesia, termasuk ketika mereka sedang melangsungkan akad nikah. Dalam Islam, bagaimana hukum mempelai perempuan bercadar saat akad nikah?

Dalam kitab I’anatut Thalibin disebutkan bahwa menurut Imam Ramli, mempelai perempuan tidak boleh menggunakan niqab atau cadar saat melangsungkan akad nikah. Jika menggunakan cadar, maka harus dibuka saat akad nikah berlangsung. Hal ini karena para saksi harus mengetahui nama mempelai perempuan dan nasabnya, atau mengetahui suaranya dengan membuka cadarnya.

Syaikh Bakr Syatha mengatakan sebagai berikut;

وقال م ر لابد من معرفة الشهود اسمها ونسبها أو يشهدان على صوتها برؤية وجهها بأن تكشف لهم النقاب

“Imam Ramli berkata, para saksi harus mengetahui nama mempelai perempuan dan nasabnya atau keduanya menyaksikan suara mempelai perempuan melalui melihat wajahnya dengan membuka niqab atau cadarnya kepada para saksi.”

Pendapat Imam Ramli ini didukung oleh kebanyakan ulama. Mereka berpendapat bahwa nikah mempelai perempuan yang bercadar tidak sah kecuali dua orang yang menjadi saksi mengetahui nama, nasab dan rupa wajahnya. Karena itu, pada saat melangsungkan akad nikah, mempelai perempuan harus membuka cadarnya kecuali kedua orang saksi sudah mengetahui nama, nasab dan rupanya sebelum akad berlangsung.

قال جمع لاينعقد نكاح منتقبة إلا إن عرفها الشاهدان اسما ونسبا وصورة

“Kebanyakan ulama berkata, ‘Tidak sah nikah perempuan yang menggunakan cadar kecuali dua orang saksi telah mengetahui nama, nasab dan rupanya.’”

Pendapat Imam Ramli ini senada dengan pendapat Imam ‘Umairah. Beliau berpendapat bahwa kedua orang saksi harus melihat rupa dan wajah mempelai perempuan sebelum akad nikah. Jika mempelai perempuan menggunakan cadar saat melangsungkan akad nikah dan kedua orang saksi tidak melihat rupa dan wajahnya sebelum akad, maka nikahnya tidak sah. Disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin sebagai berikut;

Baca Juga :  Ghasab dan Penjelasan Lengkap tentang Keharamannya

وقال عميرة واعلم أنه يشترط فى انقاد النكاح على المرأة المنتقبة أن يراها الشاهدان قبل العقد,فلو عقد عليها وهي منتقبة ولم يعرفها الشاهدان لم يصح

“Imam ‘Umairah berkata, ‘Ketahuilah bahwa disyaratkan sebagai syarat sah nikah atas perempuan yang bercadar, dua orang saksi harus melihatnya sebelum akad nikah. Jika melangsungkan akad nikah dalam keadaan mempelai perempuan bercadar dan dua orang saksi tidak melihatnya, maka nikahnya tidak sah.”

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here