Hukum Meminta Sumbangan di Jalan Raya

0
2895

BincangSyariah.Com – Meminta sumbangan di jalan raya seringkali kita temukan. Biasanya permintaan sumbangan itu digunakan untuk membangun, merenovasi masjid atau musala, dan bahkan pesantren.

Meminta sumbangan di jalanan umum telah dibolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:

Pertama, tidak ada kesan memaksa dalam meminta sumbangan. Sebuah paksaan seringkali memunculkan ketidak ikhlasan bagi objek yang dituju. Sehingga uang yang didapatkan adalah haram dan tidak membawa keberkahan.

Kedua, tidak menggangu pengguna jalan baik fisik maupun perasaan, dan menghindari hal yang dilarang agama. Dari Abi Said al-Khudri meriwayatkan kisah singkat bahwa Rasulullah saw. berkata:

قَالَ « إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِى الطُّرُقَاتِ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ ». قَالُوا وَمَا حَقُّهُ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الأَذَى وَرَدُّ السَّلاَمِ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ ».

Rasul berkata“Janganlah kalian duduk dijalan “ para sahabat berkata “ya rosulalloh, tempat kebiasaan kami berbincang-bincang”Rosullalloh berkata “ketika kalian tidak mau meninggalkan majlis maka berikanlah hak jalan “mereka bertanya “apa hak jalan?”Rosul berkata “menundukan pandangan, tidak menyakiti, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran”.

Ibnu Hajar al-Asqolani dalam Fathu al-Bari (juz 5 vol.113) memahami bahwa hadis di atas memberikan empat pemahaman. Pertama, menjaga dan mengamankan diri berbagai hal negatif dengan wanita bukan mahram. Kedua, tidak terjadi penghinaan dan gunjingan kepada pengguna jalan. Ketiga, menghormati orang–orang yang lewat. Melakukan hal yang diperintahkan agama dan meninggalkan larangan-nya.

Ketiga, tidak ada unsur tadhyiq (mempersempit jalan).

Sulaiman dalam karyanya Hasyiyah al-Bujairimi Ala-al-Minhaj (juz 3 vol.195) berkata:

Baca Juga :  Apa Perbedaan Akad Salam dengan Akad Istishna'?

“Kemanfaatan jalan pada dasarnya dipergunakan untuk berjalan, duduk, berdiam seperti untuk bekerja, beristirahat, menunggu kawan walau tanpa izin imam (pemerintah), bila tidak sampai mempersempit jalan menurut umum.”

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here