Hukum Meminta Bantuan Jin dalam Islam

2
793

BincangSyariah.Com – Terdapat sebagian orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan jin layaknya seperti sesama manusia. Bahkan ia bisa menundukkan dan meminta bantuan jin untuk melakukan hal-hal tertentu. Sebenarnya, bagaimana hukum meminta bantuan jin dalam Islam? (Baca: Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Apakah Manusia Lebih Baik dari Jin? (Surah Ar-Rahman: 14-15))

Dalam Al-Quran, terdapat beberapa ayat yang menyebutkan mengenai keberadaan dan kisah-kisah hubungan jin dengan manusia. Di antaranya adalah kisah hubungan Nabi Sulaiman dengan jin, bahkan jin termasuk bagian dari serdadu dan pembantu Nabi Sulaiman. Disebutkan bahwa Nabi Sulaiman pernah meminta bantuan kepada serdadunya, termasuk jin, untuk memindahkan istana Ratu Bilqis, dan Jin Ifrit bersedia melakukannya.

Ini sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran surah Al-Naml ayat 27 berikut;

قَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَيُّكُمۡ يَأۡتِينِي بِعَرۡشِهَا قَبۡلَ أَن يَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ

Nabi Sulaiman berkata; Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin; Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.

Selain itu, banyak dari kalangan sahabat Nabi Saw yang memiliki pembantu dari kalangan jin yang bertugas sebagai kurir dan pemberi informasi. Ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah riwayat yang disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

وقد روي عن أبي موسى الأشعري أنه أبطأ عليه خبر عمر وكان هناك امرأة لها قرين من الجن فسأله عنه فأخبره أنه ترك عمر يسم إبل الصدقة.

Baca Juga :  Eksistensi Jin dalam Pandangan Kaum Rasionalis

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwa beliau tak mendengar kabar Umar bin Khattab. Waktu itu ada wanita yang memiliki jin qarin. Lantas Abu Musa bertanya; Di manakah Umar sekarang ini berada? Jin itu mengabarkan bahwa Umar sedang menandai unta hasil sedekah.

Menurut Ibnu Taimiyah, meminta bantuan kepada jin sama seperti meminta bantuan kepada sesama manusia. Jika minta bantuan untuk melakukan hal-hal mubah kepada jin, maka hukumnya boleh. Namun jika minta bantuan untuk melakukan hal-hal haram, maka hukumnya haram.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Majmu’atul Fatawa berikut;

ومنهم من يستخدمهم في أمور مباحة إما إحضار ماله أو دلالة على مكان فيه مال ليس له مالك معصوم أو دفع من يؤذيه ونحو ذلك فهذا كاستعانة الإنس بعضهم ببعض في ذلك

Di antara manusia ada yang memanfaatkan jin dalam perkara yang mubah, seperti menghadirkan harta seorang tersebut, atau menunjukkan di mana letak suatu harta yang tak bertuan, atau mencegah apa yang menyakitinya, dan lain sebagainya, maka hal itu tak ubahnya seperti meminta tolong kepada sesama manusia.

Dengan demikian, meminta bantuan kepada jin hukumnya boleh, statusnya sama seperi minta bantuan kepada sesama manusia. Bahkan banyak orang-orang shaleh yang minta bantuan kepada jin, seperti Nabi Sulaiman dan Abu Musa Al-Asy’ari dari kalangan sahabat Nabi Saw.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here