Hukum Membunuh Semut

0
553

BincangSyariah.Com – Islam mengajarkan umatnya agar bebuat baik tidak hanya kepada manusia tapi juga kepada binatang dan tumbuhan. Islam tidak membenarkan jika kita merusak alam atau membunuh hewan tanpa alasan. Bahkan terhadap semut-semut yang kelihatannya tidak berarti dan kecil di mata kita.

Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Nabi dalam sabdanya, seperti ketika suatu hari Rasulullah pergi bersama sahabatnya sebagaimana dikisahkan dalam hadis berikut

رَأَى قَرْيَةَ نَمْلٍ قَدْ حَرَّقْنَاهَا , فَقَالَ : مَنْ حَرَّقَ هَذِهِ ؟ قُلْنَا: نَحْنُ, قَالَ: إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ

Ketika Nabi Muhammad melewati sarang semut yang telah terbakar, beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR. Abu Dawud)

Dalam kitab Ghada’ al-Albab  Terkait hadis ini, Muhammad al-Safarabani mengutip kisah ketika Ibnu Taimiyyah pernah ditanya, “benarkah kita tidak boleh membakar rumah semut? beliau menjawab, “kita bisa menghalau semut dengan cara lain.”

Berdasarkan hadis tersebut, umat Islam dilarang menyakiti dan menyiksa binatang dengan cara apapun, bahkan kepada semut. Apalagi dengan api, sebagian ulama menilainya haram, namun sebagian berpendapat hanya makruh.

Menurut al-Safarabani, meski makruh diperbolehkan membunuh semut jika mereka menyulitkan meski tidak sampai membahayakan nyawa tapi tidak boleh dengan api.

Kebolehan tersebut jika memang hewan tersebut berbahaya atau menganggu, sebab terdapat hadish shahih lain yang membolehkan untuk membunuh kalajengking.

Baca Juga :  Mengganti Barang Pinjaman yang Rusak, Haruskah Mirip Barang yang Dipinjam?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here