Hukum Membunuh Binatang dalam Fikih

2
11877

BincangSyariah.Com – Hukum membunuh binatang telah banyak dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Pada umumnya, mereka sepakat bahwa membunuh binatang, baik binatang kecil atau besar, hukumnya haram kecuali karena ada sebab yang dibenarkan oleh syariat. Tidak boleh membunuh binatang dengan sengaja tanpa ada sebab tertentu yang dibolehkan menurut ketentuan syariat.

Hal ini sebagaimana hadis riwayat Imam Nasa’i, Nabi saw. bersabda;

مَا مِنْ إِنْسَانٍ قَتَلَ عُصْفُوْراً فَمَا فَوْقَهَا بِغَيْرِ حَقِّهَا إلاَّ سَأَلَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَمَا حَقُّهَا؟ قَالَ: يَذْبَحُهَا فَيَأْكُلُهَا، وَلاَ يُقْطَعُ رَأْسُهَا يُرْمَي بِهَا

“Tidaklah seseorang membunuh burung dan yang lebih besar darinya tanpa alasan yang benar, melainkan Allah akan  menanyakannya tentang itu.  Ada yang bertanya,  ‘Wahai Rasulullah, apa maksud alasan yang benar?.’ Beliau menjawab, ia menyembelihnya lalu memakannya. Dan tidak boleh memotong kepalanya lalu melemparnya.”

Hadis ini berisi larangan membunuh binatang tanpa ada tujuan yang benar. Oleh karena itu, berdasarkan hadis ini para ulama mengharamkan membunuh atau menyiksa semua jenis binatang, baik binatang yang halal dimakan atau haram, kecuali ada tujuan yang benar.

Bahkan dalam kitab Nailul Authar, Imam Assyaukani menyebutkan beberapa riwayat yang berisi larangan menyakiti binatang, memukul wajahnya atau melemparinya. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Abu Daud, Nabi saw. bersabda;

أَمَا بَلَغَكُمْ أَنِّيْ لَعَنْتُ مَنْ وَسَمَ اْلبَهِيْمَةَ فِيْ وَجْهِهَا أَوْ ضَرَبَهَا فِيْ وَجْهِهَا

“Apakah tidak sampai kepada kalian bahwa aku melaknat orang menandai binatang di wajahnya atau memukul di wajahnya.”

Menyiksa atau membunuh binatang tidak dibolehkan dengan cara apapun tanpa ada sebab yang dibenarkan. Karena perbuatan tersebut bisa menyakiti binatang, membinasakannya, serta menghilangkan kesempatan untuk menyembelihnya jika termasuk binatang yang boleh disembelih atau menghilangkan manfaatnya jika tidak termasuk binatang yang boleh disembelih.

Baca Juga :  Ahli Makrifat dan Cahaya Tuhan di Muka Bumi

 

 

 

 

2 KOMENTAR

  1. Kalau meracun merpati yang sudah bertahun² merusak dan bersarang diatap rumah bagaimana ya? Org belakang rumah saya tadinya memelihara merpati² itu tp skrg sdh tdk mau urus, skrg malah bersarang dan merusak atap sy dan tdk mau tanggung jwb org nya, sdh saya kasihkan sebagian ke org tp masih ada aja burungnya, bolehkah sy meracuninya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here