Hukum Membunuh Belalang yang Merusak Tanaman

0
804

BincangSyariah.Com – Bagi seorang petani belalang itu salah satu momok yang menakutkan. Lebih-lebih bagi petani padi, jagung, sampai tani-tani yang lain yang juga termasuk makanan favorit belalang.

Memang banyak ujian yang akan dialami oleh seorang petani ketika sudah mau memasuki masa panen. Biasanya, termasuk kesulitan yang dirasakan para petani adalah hama. Kalau hama yang paling banyak adalah burung dan belalang yang kadang ada ribuan datang tiba-tiba untuk merusak pertanian.

Kesulitan ini seringkali membuat seorang petani putus asa menghadapi ribuan hama sehingga akibatnya hasilnya tidak memuaskan bahkan cenderung merugikan. Lantas bagaimana hukum membunuh belalang tersebut yang merusak tanaman?

Ulama berbeda pendapat: ada yang mengatakan tidak boleh (makruh). Akan tetapi mayoritas ulama fiqh mengatakan boleh alias tidak apa-apa.

Bagaimana dengan yang mengatakan tidak boleh berikut dalilnya:

اختلف الناس في قتل الجراد: قال بعضهم: لا يجوز قتله. وقال أهل الفقه كلهم: لا بأس بقتله. فأما من كره قتله فقال لأنه خلق من خلق الله تعالى يأكل من رزق الله تعالى لايجري عليه القلم. وأما من قال لا بأس بقتله فلأن في تركه فساد الأموال وقد رخص النبي صلى الله عليه وسلم في قتل المسلم إذا أراد أخذ مال المسلمين – تنبيه الغا فلين

Ulama berbeda pendapat didalam membunuh belalang: sebagian ulama mengatakan: tidak boleh (makruh). Dan mayoritas ahli fiqh mengatakan tidak apa-apa alias boleh. Adapun yang mengatakan yang mengatakan tidak boleh alias makruh beragumentasi bahwa belalang merupakan makhluk yang diciptakan Allah yang juga memiliki hak memakan riski yang diberikan Allah yang tidak ditulis di dalam literatur kitab. Sedangkan yang mengatakan boleh beragumentasi bahwa jika belalang itu dibiarkan akan merusak harta atau tanaman itu, dan sungguh ini merupakan sebuah keringan yang dianjurkan Rasulullah atas dibolehkannya membunuh ketika ada seseorang berkehendak mengambil harta orang-orang islam. (diambil dari kitab Tanbihu al-Ghafilin, hlm. 375)

Baca Juga :  Hukum Donor ASI dalam Islam

Atas dasar ini, jika seorang petani padi, yang mana keberlangsungan hidupnya memang memang tergantung seberapa besar hasil panen padinya, serta banyak tanggungan keluarga yang harus dinafkahi melalui tanaman itu, maka boleh-boleh saja menjaga tanaman itu untuk menjegah hama dengan cara membunuhnya. Kebolehan ini ulama bersepakat menyamakan atas dibolehkannya membunuh ular dan kalajengking karena sangat berpotensi menyakiti dan membahayakan manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here