Hukum Membuat Alas Khusus untuk Shalat

0
1080

BincangSyariah.Com – Saat ini, alas yang dijadikan tempat untuk shalat biasanya disebut dengan sajadah. Umumnya, sajadah hanya khusus dijadikan alas untuk shalat dan zikir, dan tidak digunakan untuk hal-hal lain. Sebenarnya, bagaimana hukum membuat alas khusus untuk shalat dan zikir, apakah boleh?.

Membuat alas khusus untuk dijadikan tempat shalat dan zikir hukumnya adalah sunnah. Ketika kita shalat dan zikir, kita dianjurkan untuk shalat dan zikir di atas alas yang memang dikhususkan untuk shalat dan zikir. Ini seperti telah dilakukan oleh Nabi Saw, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Nasai berikut;

كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَصِيرَةٌ يَبْسُطُهَا بِالنَّهَارِ وَيَحْتَجِرُهَا بِاللَّيْلِ فَيُصَلِّي فِيهَا فَفَطَنَ لَهُ النَّاسُ فَصَلَّوْا بِصَلَاتِهِ وَبَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ الْحَصِيرَةُ

Dahulu Rasulullah Saw mempunyai sebuah tikar yang biasa (khusus) beliau bentangkan pada siang hari dan beliau jadikan seperti kamar (agar beliau bisa shalat seleluasa panjangnya dan tidak ditiru sahabatnya) pada malam hari, lalu beliau shalat padanya. Kemudian para sahabatnya paham hal ini (shalat beliau yang sedemikian dahsyat panjangnya), maka mereka shalat seperti shalat Nabi Saw.  Antara Nabi Saw dan mereka terbentang tikar.

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Maimunah, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَأَنَا حِذَاءَهُ وَأَنَا حَائِضٌ وَرُبَّمَا أَصَابَنِي ثَوْبُهُ إِذَا سَجَدَ قَالَتْ وَكَانَ يُصَلِّي عَلَى الْخُمْرَةِ

Pernah Rasulullah Saw shalat sementara aku berada di sampingnya, dan saat itu aku sedang haid. Dan setiap kali beliau sujud, pakaian beliau mengenai aku. Dan beliau shalat di atas tikar kecil.

Dua hadis ini menunjukkan bahwa membuat alas khusus untuk shalat, seperti sajadah, tikar, dan lainnya, adalah sunnah. Ketika shalat di masjid maupun di rumahnya, beliau selalu menjadikan tikar sebagai alas untuk shalat.

Baca Juga :  Kapan Boleh Mendahulukan Makan Daripada Shalat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here