Hukum Membuang Ludah Ke Arah Kiblat

1
1211

BincangSyariah.Com – Membuang ludah atau meludah termasuk perkara sepele yang tidak dihiraukan dan diperhatikan oleh kebanyakan orang. Jika kita perhatikan, kebanyakan orang masih banyak yang sembarangan ketika meludah, termasuk meludah ke arah kiblat. Sebenarnya, bagaimana hukum meludah ke arah kiblat ini dalam Islam?

Meludah ke arah kiblat temasuk perkara yang dilarang dalam Islam. Sebagian besar ulama mengatakan bahwa meludah ke arah kiblat adalah makruh, sebaiknya dihindari. Hal ini karena terdapat beberapa riwayat yang berisi larangan meludah ke arah kiblat. Di antara riwayat tersebut adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dari Huzaifah, dia berkata bahwa sesungguhnya Nabi Saw bersabda;

من تفل تجاه القبلة جاء يوم القيامة تفله بين عينيه

“Barangsiapa meludah ke arah kiblat, maka dia akan datang di hari kiamat dalam keadaan ludah itu berada di antara kedua matanya.”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dari Abdullah bin Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

يبعث صاحب النخامة في القبلة يوم القيامة وهي في وجهه

“Akan dibangkitkan orang berdahak ke arah kiblat pada hari kiamat dalam keadaan dahaknya menempel di wajahnya.”

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad juga disebutkan sebagai berikut;

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلَا يَبْصُقْ فِي قِبْلَتِهِ فَإِنَّمَا يُنَاجِي رَبَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

“Jika salah satu dari kalian shalat, hendaknya tidak meludah ke arah kiblat. Sebab orang yang shalat adalah orang yang sedang bermunajat kepada Allah.”

Berdasarkan tiga riwayat ini, seseorang dilarang meludah ke arah kiblat. Ini bertujuan untuk menghormati arah kiblat sebagai arah ibadah kaum Muslimin ketika melakasanakan shalat dan ibadah lainnya.

Karena itu, jika seseorang hendak meludah, maka hendaknya dia meludah ke arah samping sebelah kirinya, bukan ke arah kiblat atau ke arah samping sebelah kanan. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Hasyiyah Qalyubi wa ‘Umairah berikut;

Baca Juga :  Ini Pembagian Waktu Salat Asar

وَيُكْرَهُ الْبُصَاقُ خَارِجَ الصَّلَاةِ، قِبَلَ وَجْهِهِ مُطْلَقًا وَلِجِهَةِ الْقِبْلَةِ، وَجِهَةِ يَمِينِهِ أَيْضًا

“Dimakruhkan meludah di luar shalat menuju arah depannya sendiri secara mutlak, ke arah kiblat dan juga ke arah kanan.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here