Hukum Memberi Nama Masjid dengan Nama Orang

0
21

BincangSyariah.Com – Saat ini terdapat beberapa masjid yang diberi nama orang-orang tertentu, seperti nama tokoh, ulama, pahlawan dan lainnya. Contohnya, Masjid KH. Hasyim Asy’ari. Dalam Islam, bagaimana hukum memberi nama masjid dengan nama orang tertentu, apakah boleh?

Memberi nama sebuah masjid dengan nama orang, tempat, tokoh, dan lainnya, hukumnya diperbolehkan. Tidak masalah menamai masjid dengan nama KH. Hasyim Asy’ari, misalnya. Menamai masjid dengan nama orang tertentu sudah dilakukan sejak masa Nabi Saw dan para sahabat.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fatawa Al-Amidiyah berikut;

سؤال: هل يجوز تسمية المساجد بأسماء الصحابة او بأسماء العلماء او باسماء الذين بنوها ام لا؟

جواب: يجوز ان تسمى المساجد باسماء الصحابة او التابعين او العلماء او الذين بنوها او باسماء البلاد والمناطق التي هي موجودة فيها وليس هذا بدعة بل مازال المسلمون اذا بنوها يسمونها بما ذكرنا تذكارا لما يسمونها كمسجد قباء ومسجد الخيف ومسجد نمرة والمسجد النبوي

Pertanyaan: Apakah boleh menamai masjid dengan nama sahabat, nama ulama, atau nama orang yang membangunnya, atau tidak boleh?

Jawab: Boleh menamai masjid dengan nama-nama sahabat, atau tabi’in, atau ulama atau orang yang membangunnya, atau nama negara dan daerah masjid itu berada. Ini tidak termasuk bid’ah karena kaum muslimin jika membangun masjid, mereka menamai masjid itu dengan apa yang kami telah sebutkan sebagai pengingat terhadap nama masjid itu, seperti Masjid Quba, Masjid Al-Khaif, Masjid Namrah dan Masjid Al-Nabawi.

Dalil yang dijadikan dasar kebolehan memberi nama masjid dengan nama orang adalah hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Ibnu Umar, dia berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- سَابَقَ بَيْنَ الْخَيْلِ الَّتِي أُضْمِرَتْ مِنْ الْحَفْيَاءِ وَأَمَدُهَا ثَنِيَّةُ الْوَدَاعِ وَسَابَقَ بَيْنَ الْخَيْلِ الَّتِي لَمْ تُضْمَرْ مِنْ الثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ

Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah mengikuti lomba kuda yang dikempiskan dari Hafaya’ dan berakhir di Tsaniyyatul Wada’, dan mengikuti lomba kuda yang tidak dikempiskan perutnya dari Tsaniyah hingga masjid Bani Zuraiq.

Dalam hadis ini disebutkan nama masjid yang bernama Masjid Zuraiq. Ini menunjukkan bahwa memberi nama masjid dengan nama orang hukumnya boleh.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here