Hukum Memberi Nama Anak Saat Masih dalam Kandungan

0
19

BincangSyariah.Com – Umumnya, anak diberi nama ketika ia sudah lahir. Namun saat ini banyak di antara para orang tua yang sudah memberi nama anak saat masih dalam kandungan. Hal ini biasanya dilakukan atas dasar jenis kelamin anak yang sudah bisa diketahui berdasarkan ultrasonografi atau yang biasa dikenal sebagai USG kehamilan. Bagaimana hukum memberi nama anak saat masih dalam kandungan? (Baca: Ibu Lebih Berhak Memberi Nama Anak Perempuan, Benarkah?)

Memberi nama pada anak yang masih dalam kandungan hukumnya boleh. Tidak ada larangan dalam Islam untuk memberi nama pada anak saat masih dalam kandungan. Hal ini karena Islam tidak membatasi waktu khusus untuk memberi nama pada anak. Anak boleh diberi nama kapan pun, saat masih dalam kandungan, baru dilahirkan, tiga hari dari kelahiran dan sebagainya.

Dalam kitab Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menegaskan kebolehan memberikan nama, baik pada saat baru dilahirkan, saat usia tiga hari, tujuh hari bahkan boleh memberikan nama pada anak sebelum anak tersebut dilahirkan. Beliau berkata sebagai berikut;

ان التسمية لما كانت حقيقته تعريف الشيئ المسمى لانه اذا وجد فيه وهو مجهول الاسم لم يكن له ما يقع تعريفه به فجاز تعريفه يوم وجوده وجاز تأخير التعريف الى ثلاثة أيام وجاز الى يوم العقيقة عنه ويجوز قبل ذلك وبعده والامر فيه واسع

Artinya:

Pada hakikatnya pemberian nama berfungsi untuk menunjukkan identitas penyandang nama, karena jika ia didapati tanpa nama berarti ia tidak memiliki identitas yang dengannya ia bisa dikenali. Oleh karena itu, namanya boleh diberikan pada hari kelahirannya, boleh juga ditunda hingga hari ketiga atau pada hari akikahnya, boleh juga sesudah hari akikah atau sebelumnya. Jadi, waktu pemberian nama sangat longgar tidak memiliki batasan.

Meski anak boleh diberi nama saat masih dalam kandungan, namun sebaiknya anak diberi nama setelah dilahirkan. Jika anak tersebut tidak akan segera diakikahi dalam waktu tujuh hari, maka ia dianjurkan untuk segera diberi nama pada saat ia baru dilahirkan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik, bahwa Nabi  Saw berkata;

وُلِدَ لِيَ اللَّيلَةَ غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْم أبِي إِبْرَاهِيمَ

Pada suatu malam, aku dianugrahi seorang anak laki-laki dan aku memberinya nama dengan nama ayahku, yakni Ibrahim.

Jika anak akan segera diakikahi, maka dianjurkan untuk memberi nama anak pada saat akikah atau setelah akikah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Nasai dan Abu Daud dari Samurah bin Jundub, bahwa Nabi Saw bersabda;

كلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذبَحُ عَنهُ يَومَ سَابِعِهِ وَ يُحلَقُ رَأْسُهُ وَ يُسَمَّى

Setiap bayi tergadai dengan akikahnya, hewan disembelih pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here