Hukum Memberi Hadiah Saat Hadiri Walimah Khitan

1
573

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat muslim Indonesia, mengadakan walimah khitan merupakan sebuah tradisi yang sudah lumrah dilakukan. Umumnya, ketika seseorang diundang tuan rumah yang mengadakan walimah khitan, dia akan membawa bingkisan sebagai hadiah kepada tuan rumah, baik berupa uang atau lainnya. Sebenarnya, bagaimana hukum memberi hadiah saat hadiri walimah khitan? (Baca: Bolehkah Amplop Khitanan Anak Dipakai Orangtua?)

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk saling memberi hadiah kepada orang lain. Disebutkan bahwa saling memberikan hadiah akan mempererat hubungan persaudaraan dan menghilangkan kebencian. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Malik, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw bersabda;

تَصَافَحُوْا يَذْهَبُ الغِلُّ وتَهَادَوْا تَحَابُّوا وَتَذْهَبُ الشَحْنَاءُ

Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.

Anjuran memberikan hadiah ini semakin dianjurkan ketika saudara kita mengadakan acara walimahan, baik walimah nikahan maupun walimah khitan. Karena itu, memberikan hadiah saat menghadiri walimah khitan sangat dianjurkan dalam Islam, baik berupa bingkisan maupun berupa uang.

Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika kita mengadakan sebuah walimahan atau acara, dan kita mengundang orang lain, kemudian orang lain tersebut memberikan sebuah hadiah kepada kita, maka kita dilarang untuk menolaknya. Ini menunjukkan bahwa memberi hadiah maupun menerima hadiah saat walimah tidak dilarang. Bahkan hal itu dianjurkan dalam Islam agar hubungan semakin erat satu sama lain.

Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Adab Al-Mufrad, dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa Nabi Saw bersabda;

أَجِيبُوا الدَّاعِىَ وَلاَ تَرُدُّوا الْهَدِيَّةَ وَلاَ تَضْرِبُوا الْمُسْلِمِينَ

Hendaknya kalian menghadiri undangan orang yang mengundang, janganlah kalian menolak hadiah, dan jangan pula kalian memukul kaum muslimin.

Menurut ulama Syafiiyah, hadiah yang didapat dari walimah khitan merupakan milik orang tua dari anak yang dikhitan, bukan milik anak yang dikhitan tersebut. Sementara menurut sebagian ulama, hadiah tersebut dimiliki oleh anak yang sedang dikhitan, bukan milik orang tuanya.

Baca Juga :  Belajar dari Akhlak dan Strategi Dakwah Nabi

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

الهدايا المحمولة عند الختان ملك للاب، وقال جمع: للابن. فعليه يلزم الاب قبولها

Hadiah yang dibawa saat acara khitanan itu hak bapak. Namun ada sebagian ulama yang berpendapat, hadiah itu untuk anak. Karena itu, bapaknya wajib menerima hadiah tersebut.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here