Hukum Membagikan Daging Kurban Setelah Dijadikan Dendeng

0
433

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bersama bahwa daging hewan aqiqah sebaiknya dibagikan setelah daging tersebut dimasak. Ini berbeda dengan daging kurban yang umumnya dibagikan dalam keadaan mentah. Ini karena daging kurban tidak boleh dibagikan dalam keadaan sudah dimasak. Namun bagaimana jika membagikan daging kurban setelah dijadikan dengdeng, apakah boleh?

Memberikan daging kurban dalam keadaan sudah dimasak hukumnya tidak boleh. Begitu juga tidak boleh jika membagikannya dalam keadaan sudah diolah, seperti sudah dalam bentuk sarden, kornet atau sudah dijadikan dendeng.

Hal ini karena jika sudah dimasak atau sudah diolah, maka orang yang menerimanya tidak bisa menggunakan dan mengolah seperti keinginannya sendiri. Padahal hak penerima daging kurban adalah hak tamlik, atau hak memiliki atas daging kurban secara penuh. Sehingga daging kurban wajib dibagikan dalam keadaan mentah sehingga penerimanya bisa menggunakan untuk kepentingannya sendiri, seperti menjualnya, atau mengolahnya sendiri.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin berikut;

لا يجوز أن يدعو الفقراء ليأكلوه مطبوخا لأن حقهم في تملكه فإن دفع مطبوخا  لم يجز  بل يفرقه نيئا  فإن المطبوخ  كالخبز في الفطرة

Tidak boleh mengundang orang-orang fakir supaya makan daging kurban dalam keadaan sudah masak, karena hak mereka adalah memilikinya. Jika memberikan daging kurban dalam keadaan sudah dimasak, maka hukumnya tidak boleh. Akan tetapi harus dibagikan dalam keadaan mentah. Karena daging yang sudah dimasak seperti memberikan roti dalam zakat fitrah.

Dalam kitab Al-Hawi, Imam Mawardi juga menjelaskan sebagai berikut;

وأما الفقراء فعلى المضحي أن يدفع إليهم منها لحما ، ولا يدعوهم لأكله مطبوخا ، لأن حقهم في تملكه دون أكله ليصنعوا به ما أحبوا ، فإن دفعه إليهم مطبوخا لم يجز حتى يأخذوه نيئا

Adapun orang-orang fakir, maka wajib bagi orang yang berkurban untuk memberikan mereka berupa daging, dan tidak boleh mengundang mereka untuk makan daging kurban dalam keadaan sudah masak, karena hak mereka adalah memelikinya, bukan memakannya, sehingga mereka bisa mengolahnya seperti keinginan mereka. Jika memberikan daging kurban kepada mereka dalam keadaan sudah masak, maka tidak boleh hingga mereka mengambil daging yang masih mentah.

Dengan demikian, memberikan daging kurban yang sudah dijadikan dendeng hukumnya tidak boleh karena daging tersebut sudah diolah, bukan lagi dalam keadaan mentah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here