Hukum Membaca Takbir di Sela Surah Adduha hingga Annas saat Khataman

0
308

BincangSyariah.Com – Memperbanyak membaca Alquran di bulan Ramadan sangatlah dianjurkan. Oleh karena itu, tidak heran jika di bulan Ramadan khususnya setelah shalat tarawih banyak mushala atau masjid-masjid terdengar suara orang mengaji bersahut-sahutan. Ketika malam 27 Ramadan tradisi di sebagian besar daerah khususnya di tanah Jawa akan mengadakan “maleman” dengan membaca doa khataman Alquran dipimpin oleh imam yang diawali dengan membaca surah Adduha hingga surah Annas bersama-sama. Pembacaan surah-surah pendek tersebut diselingi dengan bacaan takbir antara satu surah dengan surah berikutnya.

Tradisi khataman Alquran dengan model tersebut tidak hanya ketika bulan Ramadan, di setiap ada khataman Alquran pun tidak jarang akan dilakukan hal yang sama yakni membaca Adduha sampai annas yang diselingi dengan bacaan takbir. Lalu, apakah hal tersebut hanya sekedar tradisi, atau sebenarnya ada dalil tuntunannya? Berikut ulasannya.

Imam Assuyuthi di dalam kitab Alitqan Fi Ulum Alquran menyebutkan bahwa membaca takbir diantara surah mulai dari adduha sampai annas adalah berhukum sunnah. Imam Assuyuthi memberikan judul pembahasannya dengan judul Yusannu Altakbir min Al Dhuha Ila Akhiril Quran “Disunnahkan membaca takbir dari surah Adduha hingga akhir Alquran.” Aktifitas ini pun telah menjadi tradisi penduduk Makkah. Bahkan terdapat riwayat yang menginformasikan tradisi tersebut juga telah diajarkan oleh para ulama’ dan sahabat. \

Imam Albaihaqi di dalam kitab Alsyuab dan begitu pula imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dari jalur Ibnu Abi Bazzah, aku mendengar Ikrimah bin Sulaiman berkata: Aku membaca (Alquran) kepada Ismail bin Abdillah Al Makki, ketika aku sampai surah Adduha, beliau (Ismail) mengatakan :” Bacalah Takbir sampai engkau mengkhatamkan (Alquran),  sungguh aku (juga pernah) membaca Alquran dihadapan Abdullah bin Katsir, beliau (Abdullah bin Katsir) juga memerintahkanku hal itu (membaca takbir sampai khatam) dan beliau berkata: “Aku dulu membaca di hadapan Mujahid beliau memerintahkanku hal tersebut, dan Mujahid mengabarkan pula bahwa ia juga membaca dihadapan Ibnu Abbas, Ibnu Abbas pun memerintahkan hal itu.

Baca Juga :  Kenapa Jumlah Shalat Tarawih Berbeda-beda?

Ibnu Abbas mengabarkan bahwa ia membaca di hadapan Ubay bin Ka’ab lalu ia memerintahkan hal itu, begitulah hadis tersebut diriwayatkan secara mauquf. Imam Albaihaqi juga meriwayatkan dengan jalur lain dari Ibnu Bazzah secara marfu’ (sanadnya bersambung samapi Rasulullah Saw,). Imam Alhakim di dalam kitab Almustadrak  juga meriwayatkan berita tersebut dari jalur ini secara marfu’ dan beliau menilai shahih. Dan terdapat pula jalur jalur banyak lainnya dari Albazzi.

Musa bin Harun berkata: “Al bizzi mengatakan kepadaku bahwa Imam Syafii pernah berkata padanya: “Jika kamu meninggalkan membaca takbir maka kamu telah meninggalkan satu sunnah dari sunnah-sunnahnya nabi mu.” Imam al hafidz Imaduddin bin Katsir berkata: “Perkataan imam Syafii ini mengindikasikan shahihnya hadis tersebut.”

Abul Alla’ al Hamdani meriwayatkan dari Albizzi bahwa dasarnya hal tersebut (membaca takbir diantara surah-surah dari adduha sampai Annas) adalah ketika terjadi terputusnya wahyu kepada Nabi Saw., maka orang-orang musyrik pun berkata: “Muhammad telah ditinggalkan Tuhannya,” maka turunlah surah Adduha, lalu Nabi Saw. membaca takbir. Imam Ibnu Katsir berkata: “Hadis tersebut tidak diriwayatkan dengan sanad yang dihukumi shahih dan tidak pula daif.”

Sedangkan imam Al Hulaimi memberikan penjelasan lain, yakni jeda bacaan takbir itu menyerupai pada bacaan puasa Ramadhan, artinya jika telah sempurna bilangan puasa Ramadhan maka dibacakan takbir (idul fitri), maka dibacakan pula takbir ketika sempurnanya bilangan surah (Alquran). Beliau juga mengatakan:”Aku mensifati untuk berhenti sejenak setelah setiap surah dan membaca Allahu Akbar.”Adapun bacaan takbirnya cukup dengan mengatakan Allahu Akbar atau Lailaha illa Allahu Wallahu Akbar.

Jadi, sebenarnya tradisi khataman Alquran dengan membaca Adduha sampai Annas dengan diselingi bacaan takbir adalah tradisi para ulama dan sahabat terdahulu, imam Suyuthi pun menghukuminya sunnah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.