Hukum Membaca Salawat Sebelum Azan

0
8649

BincangSyariah.Com – Di sebagian kalangan masyarakat Indonesia, terdapat suatu adat sebelum mengumandangkan adzan, sang muadzin akan melantunkan shalawat terlebih dahulu. Bacaan shalawat atau doa-doa sebelum adzan tersebut pun menimbulkan respon yang berbeda dari para pendengar.

Ada yang membenarkan ada ada pula yang mengatakan bahwa ketika adzan maka hanya cukup baca basmalah kemudian melantunkan bacaan Adzan tanpa perlu embel-embel shalawat atau doa-doa lainnya. Lalu bagaimanakah hukum melantunkan shalawat atau doa-doa sebelum adzan?

Di dalam kitab Sunan Abi Daud, terdapat suatu riwayat dari Urwah bin Az-Zubair ia mendapatkan cerita dari seorang wanita dari suku Bani Najjar.

كَانَ بَيْتِي مِنْ أَطْوَلِ بَيْتِ حَوْلَ المَسْجِدِ، فَكَانَ بِلاَلٌ يُؤَذّنُ عَلَيْهِ الْفَجْرَ فَيَأْتِي بِسَحَرٍ فَيَجْلِسُ عَلَى الْبَيْتِ يَنْظُرُ إِلَى الفَجْرِ، فإِذَا رَآهُ تَمَطّى ثُمّ قال: الّلهُمّ إِنّي أَحْمُدُكَ. أَسْتَعِينُكَ عَلى قُرَيْشِ أَن يُقيمُوا دِينَكَ. قالت: ثُمّ يُؤَذّنُ. قالت: والله مَا عَلِمْتُهُ كان تَرَكَهَا لَيْلَةً وَاحِدَةً هَذِهِ الْكَلِمَاتِ.

“Rumahku adalah rumah yang paling tinggi di sekitar masjid (Nabawi), Bilal selalu melantunkan adzan di atas rumahku ketika fajar, ia datang pada waktu sahur, lalu ia duduk di atas rumah seraya menunggu datangnya fajar. Tatkala ia tahu fajar telah terbit, ia membaca doa: “Ya Allah, saya memuji dan memohon pertolongan Engkau atas orang-orang Quraisy agar mereka menegakkan agama Engkau.” Kemudian ia melantunkan adzan. Kata wanita itu. “Demi Allah, aku tidak pernah tahu ia meninggalkan kalimat-kalimat doa itu, satu malam pun.”

Berdasarkan hadis tersebut, maka membaca doa atau shalawat sebelum adzan itu boleh. Bahkan KH. Ali Mustafa Ya’qub di dalam bukunya “Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal” menghukumi sunnah.

Menurut KH. Ali Mustafa seandainya apa yang dilakukan Bilal di dalam hadis riwayat Abu Daud tersebut itu menyalahi sunnah Rasulullah Saw., maka beliau pasti akan menegurnya, karena beliau waktu itu masih hidup. Seandainya pun Rasulullah Saw, ketika itu telah wafat, maka para sahabat pasti yang akan menegur Bilal jika ia salah.

Baca Juga :  Hukum Jual-Beli Mushaf Alquran

Ternyata Rasulullah Saw. diam saja, tidak menegur dan tidak menyalahkan Bilal. Oleh karena itu, hal ini disebut juga dengan hadis taqriri, yaitu penetapan atau pembiaran Rasulullah Saw. atas perilaku sahabatnya.

Oleh karena itu, jika ada seorang muadzin sebelum melantunkan adzan membaca shalawat atau doa-doa terlebih dahulu, maka hal tersebut tidak perlu ditentang.
Begitu pula sebaliknya, seandainya ada seorang muadzin ketika melantunkan adzan, ia langsung mengucapkan bacaan-bacaan adzan, tanpa membaca doa-doa atau shalawat terlebih dahulu, maka hal ini juga tidak perlu ditentang.

Jadi, melantunkan shalawat atau doa-doa sebelum adzan itu boleh, bahkan sunnah dilakukan. Sehingga, bagi yang ingin melakukannya silahkan, dan tidak mengapa jika tidak dilantunkan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here