Hukum Membaca Ramalan Zodiak dalam Islam

0
25

BincangSyariah.Com – Dalam koran dan majalah tertentu, banyak dijumpai rubrik khusus yang memuat mengenai ramalan bintang atau zodiak. Ramalan zodiak ini berkaitan dengan ramalan nasib, keberuntungan, karakter seseorang berdasarkan gugus bintang dan bulan kelahirannya. Dalam Islam, bagaimana hukum membaca ramalan zodiak ini, apakah boleh?

Membaca ramalan zodiak berupa perkiraan nasib, keberuntungan, dan karakter seseorang berdasarkan zodiak atau dua belas gugus bintang, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, dan Pises, hukumnya diperinci. Secara garis besar, ada dua perincian hukum mengenai hukum membaca nasib dan keberuntungan melalui zdiak ini. (Baca: Kelebihan Mengetahui Hal Gaib bagi Wali Allah Menurut Ibnu Khaldun)

Pertama, jika meyakini bahwa tanda-tanda simbolis dua belas gugus bintang atau zodiak bisa menunjukkan pengetahuan gaib, atau bahkan bisa mengendalikan nasib seseorang dan peristiwa bumi, maka hukumnya haram dan kufur.

Hal ini karena selain Allah, tidak ada sesuatu apapun di langit dan di bumi yang bisa menentukan nasib seseorang, termasuk zodiak. Zodiak tidak memiliki kemampuan apapun untuk menentukan nasib seseorang tanpa seizin Allah.

Dalil yang menjadi dasar dari hukum ini adalah hadis qudsi riwayat Imam Bukhari, Nabi Saw bersabda;

قال أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Allah berfirman [dalam hadis qudsi]: Hamba-Ku ada yang iman dan kafir kepadaKu. Jika ia berkata; Kami diberi hujan karena anugerah Allah dan rahmatNya, maka ia iman padaKu dan kafir dengan bintang. Jika ia berkata; Diberi hujan karena bintang, maka ia kafir padaKu dan iman dengan bintang.

Kedua, jika membaca ramalan zodiak hanya sekedar dijadikan ramalan berdasarkan kebiasaan, dan semuanya tetap dikembalikan pada kehendak dan kekuasaan Allah, maka hukumnya boleh.  Ini sama seperti ramalan prakiraan cuaca, arah angin, musim dan lain-lain berdasarkan kondisi alam.

Baca Juga :  Hukum Ikut Jual Beli Barang Lelang di Pegadaian

Tidak masalah meramal nasib dan cuaca berdasarkan perbintangan dan kondisi alam, asalkan semuanya dikembalikan pada kehendak dan kekuasaan Allah, bukan karena pengaruh yang dimiliki oleh bintang dan konidisi alam itu sendiri.

Ini berdasarkan hadis yang disebutkan oleh Syaikh Ahiyyah bin Muhammad Salim dalam kitab Syarh Bulugh Al-Maram, bahwa Nabi Saw bersabda;

إذا نشأت بحرية ثم تشاءمت فتلك عين غديقة

Ketika laut menguap lalu menyebar, maka (itu) pertanda musim hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here