Hukum Membaca Panjang Kalimat Tauhid

2
567

BincangSyariah.Com – Ketika kita melakukan dzikir kalimat tauhid secara bersama-sama, terkadang dalam waktu tertentu kalimat tauhid tersebut dibaca agak lama dan panjang. Ini sering kita jumpai ketika kita dzikir bersama setelah shalat wajib, ketika acara tahlilan dan sebagainya. Sebenarnya, bagaimana hukum membaca panjang kalimat tauhid, apakah memang dianjurkan?

Kalimat tauhid merupakan dzikir paling utama dalam Islam. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kalimat tauhid merupakan dzikir paling utama sejak nab-nabi sebelum Nabi Saw. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi, Imam Nasa-i, dan Ibnu Hibban dari Jabir, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ مَا قُلْت أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إلَهَ إلَّا اللَّه، ُ وَهِيَ كَلِمَةُ التَّوْحِيدِ وَالْإِخْلَاصِ وَهِيَ اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ

Paling utamanya dzikir adalah laa ilaaha illalaah, dan paling utamanya dzikir yang saya ucapkan dan nabi-nabi sebelum saya adalah laa ilaaha illallah. Ia adalah kalimat tauhid dan ikhlas, dan ia pula adalah kalimat ismul a’dzam.

Adapun mengenai hukum membaca panjang kalimat tauhid, maka menurut pendapat ulama yang shahih, hukumnya adalah sunnah. Hal ini karena ketika kita membaca kalimat tauhid, kita dianjurkan untuk mentadaburinya. Dan, membaca panjang kalimat tauhid lebih bisa mentadaburinya dibanding dibaca pendek.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

وَيُنْدَبُ كَوْنُ الذَّاكِرِ عَلَى أَكْمَلِ الصِّفَاتِ مُتَخَشِّعًا مُتَطَهِّرًا مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ خَالِيًا نَظِيفَ الْفَمِ وَيَحْرِصُ عَلَى حُضُورِ قَلْبِهِ وَتَدَبُّرِ الذِّكْرِ وَلِهَذَا كَانَ الْمَذْهَبُ الصَّحِيحُ الْمُخْتَارُ أَنَّ مَدَّ الذَّاكِرِ قَوْلَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ أَفْضَلُ مِنْ حَذْفِهِ لِمَا فِي الْمَدِّ مِنْ التَّدَبُّرِ

Dianjurkan orang yang berdzikir dalam keadaan kondisi yang paling sempurna, yaitu dalam keadaan khusyuk, suci, menghadap kiblat, dalam keadaan sendiri, mulutnya bersih, dan sungguh-sungguh agar hatinya hadir dan mentadaburi bacaan dzikir. Oleh karena itu, menurut pendapat yang shahih dan dipilih adalah bahwa memanjangkan kalimat laa ilaaha illallaah lebih utama dibanding tidak panjang. Hal ini karena dalam bacaan panjang lebih bisa melakukan tadabur.

Baca Juga :  Hukum Mengiringi Jenazah Dengan Kalimat Tahlil

Selain itu, terdapat sebuah yang menjelaskan keutamaan memanjangkan bacaan kalimat tauhid. Riwayat dimaksud bersumber dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَمَدَّهَا هُدِمَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ آلافِ ذَنْبٍ مِنَ الْكَبَائِرِ

Barangsiapa membaca kalimat laa ilaaha illallah dan memanjangkannya, maka baginya akan dihapus empat ribu macam dosa besar.

2 KOMENTAR

  1. Ini konten tentang agama Islam, tp kok iklannya tentang pesugihan tanpa tumbal dan penarikan uang balik

  2. iklan di website mengikuti kebiasaan user mas, kalau sampean suka buku situs tentang pesugihan, biasanya yang muncul itu iklannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here