Hukum Memasung Orang Gila

0
953

BincangSyariah.Com – Sudah banyak kita mendengar tentang berita orang gila yang dipenjara oleh keluarganya. Bahkan ada sebagian yang sampai dipasung. Umumnya, orang gila dipenjara atau dipasung oleh keluarganya adalah agar tidak mengganggu orang lain. Sebagian karena khawatir hilang, dan lain sebagainya. Sebenarnya bagaimana hukum memenjara atau memasung orang gila tersebut?

Terkait masalah ini, para ulama berpendapat bahwa memenjara atau memasung orang gila untuk kemaslahatan umum hukumnya diperbolehkan. Jika orang gila tersebut sudah sampai mengganggu masyarakat, baik menyakiti, mengamuk atau lainnya, maka boleh bagi keluarganya atau tokoh masyarakat untuk menempatkannya di tempat tertutup sehingga tidak berkeliaran dan mengganggu masyarakat.

Begitu juga boleh memenjara atau memasung orang gila jika dikhawatirkan akan hilang dan terlantar. Ini dilakukan untuk kemaslahatan orang gila tersebut sehingga tetap bisa diurus dan diperhatikan oleh keluarganya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Tasyri’ul Jina-i fi Al-Islam berikut;

ويستدل الفقهاء على مشروعية التعزير للمصلحة العامة بأن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – حبس رجلاً اتهم بسرقة بعير، ولما ظهر فيما بعد أنه لم يسرقه أخلى الرسول سبيله ….ومن أمثلة التعزير للمصلحة العامة منع المجنون من الاتصال بالناس إذا كان في اتصاله بهم ضرر عليهم

Para ulama fiqih berdalil mengenai disyariatkan melakukan takzir (hukuman) untuk kemaslahatan umum dengan kisah, ‘Bahwa Nabi Saw menahan soorang laki-laki yang dituduh mencuri keledai. Setelah diketahui bahwa ia tidak mencuri, maka Nabi Saw melepaskannya…Di antara contoh takzir untuk kemaslahatan umum adalah menahan atau mencegah orang gila agar tidak berbaur dengan masyarakat jika ia berbaur akan membahayakan mereka.

Akan tetapi jika orang gila tersebut tidak mengganggu masyarakat, atau tidak dikhawatirkan hilang, maka keluarganya atau orang lain tidak boleh memenjarakan atau memasungnya. Ia harus dibiarkan bebas sebagaimana orang pada umumnya. Ia juga harus diurus dengan baik dengan diberi makan, minum, pakain dan tempat yang baik baginya.

Baca Juga :  Empat Adab Mengucapkan Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here