Hukum Memasang Gigi Palsu dari Emas

2
1008

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa membuat bejana, perabotan dari emas sangat dilarang dalam Islam. Bahkan bagi laki-laki,  memakai dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan. Lantas bagaimana hukum memasang gigi palsu dari emas bagi laki-laki dan perempuan?

Memasang gigi palsu dari emas hukumnya diperbolehkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Tidak ada larangan memasang gigi palsu dari emas dalam Islam. Bahkan juga diperbolehkan menambal jari-jari dan hidung yang patah dari emas. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Faidhul Ilahil Malik Syarh Umdatus Salik wa ‘Iddatun Nasik berikut;

ويباح شد سن وانملة بذهب واتخاذ انف وانملة منه

Dan boleh mengikat gigi dan jari-jari dari emas, juga boleh membuat hidung palsu dan jari-jari palsu dari emas.

Dalam kitab Mughnil Muhtaj juga ditegaskan mengenai kebolehan memasang gigi palsu dari emas ini. Hal ini sebagaimana disebutkan sebagai berikut;

فإنه يجوز لمن قلعت سنه اتخاذ سن من ذهب وإن تعددت قياسا أيضا على الأنف

Sesungguhnya boleh bagi orang yang giginya copot untuk membuat gigi palsu dari emas meskipun banyak, karena disamakan dengan kebolehan membuat hidung palsu dari emas.

Juga disebutkan dalam kitab Fawaidul Janiyah berikut;

ويدخل في الشد شد السن وربطه بما فانه يحل وان قدر على غيرهما كما فعل عثمان وانس بن مالك رضي الله عنهما بالنسبة للذهب قيس به الفضة.

Dan masuk dalam hal menguatkan yaitu menguatkan gigi dan menyambungnya dengan menggunakan emas atau perak. Sesungguhnya hal ini hukumnya adalah boleh, sekalipun mampu untuk menggunakan selain emas dan perak. Ini sebagaimana telah dilakukan oleh Sayidina Ustman dan Anas bin Malik dengan menisbahkan pada emas. Disamakan dengan emas adalah perak.

Melalui penjelasan di atas dapat diketahui bahwa memasang gigi palsu dari emas hukumnya boleh, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa gigi palsu dari emas tidak boleh dicabut dari seorang mayit jika hal itu menodai kehormatan mayit. Jika tidak menodai, maka hukumnya boleh dan diserahkan kepada ahli warisnya.

Baca Juga :  Allah Mengecam yang Mengolok-Olok Rasulullah, Tapi…?

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here