Hukum Memasak dengan Bahan Bakar Najis

0
475

BincangSyariah.Com – Saat ini sebagian masyarakat Indonesia memasak dengan menggunakan biogas. Bahan baku dari biogas ini berasal dari berbagai jenis kotoran, mulai dari kotoran hewan hingga kotoran manusia. Tentu, semua jenis kotoran ini dalam Islam dihukumi najis. Bagaimana hukum memasak dengan bahan najis seperti biogas ini, apakah makanan yang dimasak dihukumi najis atau suci?

Dalam fiqih, uap atau api yang timbul dari bahan  bakar najis dihukumi suci. Hal ini karena uap atau api tersebut dinilai bukan bagian dari bahan bakar tersebut. Bahan bakar dan uap atau api yang timbul darinya dianggap dua hal berbeda yang memiliki masing-masing hukum. Semua uap atau api dihukumi suci meskipun timbul dari bahan bakar yang najis.

Oleh karena itu, memasak dengan bahan bakar najis seperti biogas hukumnya boleh dan dihukumi suci sehingga makanan yang dimasak dari biogas boleh dimakan. Makanan yang dimasak dengan biogas yang berasal dari kotoran binatang atau kotoran manusia tidak menyebabkan hasil masakannya menjadi najis. Ia dihukumi suci karena uap atau api dihukumi suci meskipun timbul dari bahan bakar najis.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Arramli dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj berikut;

إذا أوقد بالأعيان النجسة تصاعدت النار وتصاعد من النار الدخان ، وقد سبق حكم الدخان
وأما النار المتصاعدة في حال الوقود فليست من نفس الوقود ، وإنما هي تأكل الوقود ويخرج منه الدخان ، والدخان أجزاء لطيفة تنفصل من الوقود ….والذي يظهر أن النار المتصاعدة طاهرة حتى لو صعدت صافية من الدخان ومست ثوبا رطبا لم يحكم بتنجسه

“Jika bahan bakar dengan benda najis, maka timbul darinya api dan juga timbul asap. Hukum asap sudah dijelaskan di awal. Adapun api yang timbul saat pembakaran bahan bakar, maka ia bukan bagian dari bahan bakar tersebut. Ia membakar bahan bakar tersebut sehingga mengeluarkan asap. Sementara asap bagian halus dari bahan bakar yang berpisah darinya. Dan yang jelas bahwa api yang timbul (dari bahan bakar najis) dihukumi suci sehingga apabila api tersebut bersih dari asap dan kemudian mengenai baju yang basah, maka baju tersebut tidak dihukumi najis.”

Baca Juga :  Mengenal Dua Jenis Najis Menurut Fikih

Dengan demikian, memasak dengan bahar bakar najis seperti biogas atau lainnya tetap diperbolehkan dan hasil masakannya dihukumi suci sehingga boleh dimakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here