Hukum Memakai Lipstik Saat Berpuasa, Apakah Puasa Batal?

0
11

BincangSyariah.Com – Memakai lipstik bagi perempuan merupakan hal sangat biasa, bahkan saat mereka sedang melaksanakan puasa sekalipun. Namun demikian, ada sebagian perempuan yang enggan memakai lipstik saat berpuasa karena khawatir puasanya batal. Sebenarnya, bagaimana hukum memakai lipstik saat berpuasa, apakah puasa batal?

Memakai lipstik di bibir, dan semua bahan kecantikan yang diletakkan di kulit bagian luar, tidak membatalkan puasa. Tidak masalah hukum memakai lipstik saat berpuasa, selama bahan lipstik tersebut hanya menempel di bibir bagian luar dan tidak ada bagian bahannya yang tertelan, maka puasanya tetap sah, tidak batal.

Berbeda halnya jika bagian dari bahan lipstik tertelan sampai masuk ke bagian tenggorokan, maka dalam keadaan demikian puasanya dihukumi batal. Namun, jika hanya menempel di bibir atau hanya berada dalam daerah mulut dan tidak ada bagian dari lipstik tersebut yang masuk ke tenggorokan,  maka puasanya tetap dihukumi sah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Ibanatul Ahkam berikut;

يفطر الصائم مما يدخل إلى جوفه من منفذ كفمه وأنفه ولذا كرهت المبالغة في المضمضة والاستنشاق للصائم

Puasa seseorang menjadi batal karena sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang seperti mulut dan hidung. Oleh karena itu, hukum tindakan berlebihan dalam berkumur dan menghirup air ke dalam hidung makruh bagi orang yang berpuasa.
Namun meski tidak membatalkan puasa, namun memakai lipstik saat berpuasa sebaiknya dihindari. Ini demi untuk lebih berhati-hati agar bahan lipstik tersebut tidak tertelan. Karena jika tertelan meskipun sedikit, maka puasanya bisa batal.

Ini sama seperti memakai celak saat berpuasa. Meski memakai celak tidak membatalkan puasa, namun hal itu sebaiknya tidak dilakukan karena khawatir ada bagian rasa celak tersebut yang terasa di tenggorokan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Ibanatul Ahkam berikut;

جواز اكتحال الصائم نهارا قالت الشافعية والحنفية الاكتحال للصائم جائز ولا يفطر سواء أوجد طعمه في حلقه أم لا، ولكنه عند الشافعية خلاف الأولى

Perihal bercelak mata di siang hari, ulama Syafiiyah dan ulama Hanafiyah mengatakan, orang yang sedang berpuasa boleh bercelak mata. Puasanya tidak batal baik celak itu terasa di tenggorokan atau tidak terasa. Tetapi menurut ulama Syafiiyah, bercelak saat puasa di siang hari menyalahi keutamaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here