Hukum Memakai Behel untuk Merapikan Gigi

0
29

BincangSyariah.Com – Saat ini, banyak di kalangan para remaja dan anak muda yang menggunakan behel di gigi. Tujuan mereka bermacam-macam, namun biasa hal itu mereka lakukan untuk merapikan dan memperindah tampilan gigi. Bagaimana hukum memakai behel untuk merapikan gigi, apakah boleh?

Memakai behel untuk merapikan gigi, atau untuk tujuan lainnya, hukumnya adalah boleh. Tidak masalah seseorang memakai behel untuk memperindah tampilan gigi. Hal ini karena Islam tidak melarang umatnya untuk berpenampilan baik dan rapi, baik dari segi pakaian dan penampilan tubuh. Justru sebaliknya, Islam sangat menganjurkan untuk berpenampilan baik dan rapi, selama hal itu dilakukan dengan batas kewajaran.

Riwayat Sahabat Memakai Behel Perapih Gigi

Bahkan dalam banyak riwayat disebutkan bahwa banyak di kalangan para sahabat yang mengikat giginya dengan emas dan logam tertentu untuk memperbaiki gigi mereka yang rusak. Ini menunjukkan bahwa memakai behel untuk merapikan gigi hukumnya boleh. Bahkan jika dalam keadaan sangat dibutuhkan, memasang behel atau gigi yang terbuat dari emas sekalipun hukumnya boleh.

Ini berdasarkan riwayat yang disebutkan dalam kitab Al-Syarh Al-Kabir ‘ala Matn Al-Muqni’ berikut;

وروى الأثرم عن أبي جمرة الضبعي وموسى بن طلحة وأبي رافع وثابت البناني واسماعيل بن زيد بن ثابت والمغيرة بن عبد الله أنهم شدوا أسنانهم بالذهب وما عدا ذلك من الذهب

Al-Atsram meriwayatkan dari Abu Jamroh, Musa bin Thalhah, Abu Rofi’, Tsabit Al-Banani, Ismail bin Zaid bin Tsabit, dan Mughiroh bin Abdullah bahwa mereka menguatkan gigi mereka dengan emas dan logam jenis selain emas.

Juga disebutkan dalam kitab Fawaidul Janiyah berikut;

ويدخل في الشد شد السن وربطه بما فانه يحل وان قدر على غيرهما كما فعل عثمان وانس بن مالك رضي الله عنهما بالنسبة للذهب قيس به الفضة.

Dan masuk dalam hal menguatkan yaitu menguatkan gigi dan menyambungnya dengan menggunakan emas atau perak. Sesungguhnya hal ini hukumnya adalah boleh, sekalipun mampu untuk menggunakan selain emas dan perak. Ini sebagaimana telah dilakukan oleh Sayidina Ustman dan Anas bin Malik dengan menisbahkan pada emas. Disamakan dengan emas adalah perak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here