Hukum Melukis Wajah dalam Islam

0
136

BincangSyariah.Com – Kita banyak menjumpai lukisan wajah tokoh tertentu yang dipajang di toko untuk dijual, atau digelar di pameran tertentu. Pertanyaannya, bagaimana hukum melukis wajah dalam Islam, apakah boleh atau dilarang?

Melukis wajah seseorang dengan menggunakan tinta, cat warna, dan lainnya dalam fiqih disebut al-tashwirul khayali. Yang dimaksud al-tashwirul khayali adalah melukis objek melalui ide dan imajinasi dengan menggunakan bahan tinta, cat warna atau bahan lainnya. Melukis berbeda dengan fotografi karena fotografi hanya memindah dan merekam objek dengan menggunakan kamera.

Menurut Imam Nawawi, baik melukis dan memfoto wajah seseorang atau seluruh tubuhnya hukumnya diperbolehkan. Hal ini karena yang dilarang di zaman Nabi Saw adalah gambar yang memiliki bentuk tubuh, memiliki bayangan, seperti patung. Sementara lukisan dan foto tidak memiliki tubuh dan bayangan, melainkan hanya berupa cap dari tinta atau cat, atau hanya berupa rekaman dari objek tertentu.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ali Al-Shabuni dalam kitab Rawai’ Al-Bayan fi Tafsir Ayat Al-Ahkam berikut;

وقال الإمام النووى: إن جواز اتخاذ الصور إنما هو إذا كانت لا ظل لها وهى مع ذلك مما يوطأ ويداس أو يمتهن بالاستعمال كالوسائد

Imam Nawawi menjelaskan bahwa kebolehan membuat gambar jika gambar tersebut tidak memiliki bayangan. Selain itu, gambar tersebut juga biasa diinjak atau direndahkan penggunaannya, seperti bantal.

Selain itu, jika hanya melukis wajah, atau hanya setengah badan, maka hal itu dibolehkan. Ini karena lukisan yang berupa wajah atau setengah badan tidak bisa hidup jika ditiupkan ruh. Sementara salah satu alasan pelarangan menggambar adalah karena Allah kelak memerintahkan kepada pelukis gambar tersebut untuk menghidupkan gambarnya.

Baca Juga :  Hukum Melanggar Lalu Lintas dalam Islam

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

وتباح الصور إذا كانت بحالة لا تعيش بها كمقطوعة الرأس أو الصور النصفية، والأولى عدم إقامتها أو نصبها في أي مكان في المنزل وغيره.

Gambar dibolehkan jika dalam bentuk yang tidak mungkin bisa hidup, seperti kepala terpotong atau gambar setengah badan. Meski demikian, lebih utama tidak meletakkan gambar tersebut di tempat manapun, baik di rumah atau lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here