Hukum Melakukan Jual-Beli di dalam Masjid

1
626

BincangSyariah.Com – Pada saat ini, masjid berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah dan berzikir kepada Allah, melainkan juga berfungsi untuk kegiatan sosial seperti akad nikah, acara santunan anak yatim, dan lainnya. Bahkan tak jarang dijumpai seseorang yang berjulan di arena dan di dalam masjid. Sebenarnya, bagaimana hukum melakukan transaksi di dalam masjid?

Ada perbedaan di kalangan ulama empat mazhab terkait hukum melakukan transaksi jual beli di dalam masjid. Disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala Mazahibil Arba’ah, bahwa pendapat ulama empat mazhab tersebut sebagai berikut.

Pertama, menurut ulama Hanafiyah, melakukan transaksi jual beli di dalam masjid hukumnya adalah makruh. Begitu juga melakukan akad ijarah atau sewa. Karena itu, meskipun akad jual beli di dalam masjid dihukumi sah, namun sebaiknya dihindari karena makruh.

الحنفية قالوا: يكره إيقاع عقود المبادلة بالمسجد كالبيع والشراء والإجارة

“Ulama Hanafiyah berkata, ‘Makruh melakukan akad saling tukar menukar di dalam masjid, seperti menjual, membeli dan menyewa.”

Kedua, menurut ulama Malikiyah, jika barangnya ada di dalam masjid dan bisa dilihat saat akad jual beli, maka hukumnya makruh. Jika tidak ada barangnya, maka tidak makruh. Adapun  melakukan jual beli di dalam masjid dengan menggunakan makelar, maka hukumnya adalah haram.

المالكية قالوا: يكره البيع والشراء ونحوهما بالمسجد بشرط أن يكون في ذلك تقليب ونظر للمبيع وإلا فلا كراهة، وأما البيع في المسجد بالسمسرة فيحرم

“Ulama Malikiyah berkata, ‘Dimakruhkan menjual dan membeli dan seumpamanya di dalam masjid dengan syarat barang yang dijual bisa dibolak balik dan bisa dilihat. Jika tidak bisa dilihat (tidak ada barangnya), maka tidak makruh. Adapun jual beli di dalam masjid dengan menggunakan makelar, maka hukumnya adalah haram.”

Baca Juga :  Bolehkah Menerima Bantuan dari Non-Muslim untuk Pembangunan Masjid

Ketiga, menurut ulama Hanabilah, melakukan jual beli di dalam masjid adalah haram dan tidak sah.

الحنابلة قالوا: يحرم البيع والشراء والإجارة في المسجد، وإن وقع فهو باطل،

“Ulama Hanabilah berkata, ‘Haram menjual, membeli, menyewa di dalam masjid, dan jika dilakukan, maka ia batal.’”

Keempat, menurut ulama Syafiiyah, jika praktik jual beli bisa menghilangkan kehormatan masjid, maka hukumnya adalah haram. Jika tidak sampai menghilangkan kehormatan masjid, maka hanya makruh. Begitu juga haram jika praktik jual beli tersebut bisa mengganggu orang yang sedang melakukan salat.

الشافعية قالوا: يحرم اتخاذ المسجد محلاً للبيع والشراء إذا أزرى بالمسجد – اضاع حرمته – فإن لم يزر كره إلا لحاجة ما لم يضيق على مصل فيحرمن

“Ulama Syafiiyah berkata, ‘Haram menjadikan masjid sebagai tempat menjual dan membeli jika sampai menghilangkan kehormatan masjid. Jika tidak sampai menghilangkan kehormatan masjid, maka dimakruhkan kecuali karena ada kebutuhan selama tidak menyempitkan orang yang salat. Jika menyempitkan, maka hukumnya adalah haram.”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here