Hukum Melaksanakan Shalat Zuhur Secara Berjamaah di Hari Jumat

3
1381

BincangSyariah.Com –Bagaimana hukum melaksanakan shalat Zuhur secara berjamaah di hari Jumat, apakah boleh?

Pada hari Jumat, setiap kaum Muslim laki-laki yang sudah mukallaf diwajibkan untuk melaksanakan shalat Jumat di masjid. Hanya ada empat orang yang tidak wajib melaksanakan shalat Jumat, ia hanya wajib melaksanakan shalat Zuhur saja, yaitu anak-anak, perempuan, budak dan orang yang sakit.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah dalam kitab kitabnya al-Mushannaf berikut;

الْجُمْعَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى كُلِّ حَالِمٍ إِلاَّ أَرْبَعَةٍ الصَبِيِّ وَ الْمَمْلُوْكِ وَ الْمَرْأَةِ وَ الْمَرِيْضِ

“Shalat Jumat wajib atas setiap yang baligh, kecuali empat: anak-anak, budak, wanita dan orang sakit.”

Menurut ulama Syafiiyah, ketika seseorang melaksanakan shalat Zuhur di hari Jumat, maka dia boleh melaksanakannya secara berjamaah, bahkan disunahkan. Oleh karena itu, jika perempuan shalat Zuhur di hari Jumat, maka dia boleh melaksanakannya secara berjamaah, baik di tempat terbuka seperti mushalla maupun di tempat tertutup seperti di dalam rumah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala Mazahibil Arba’ah berikut;

الشافعية قالوا: من فاتته الجمعة لعذر أو لغيره سن له أن يصلي الظهر في جماعة

“Ulama Syafiiyah berkata, ‘Seseorang yang tidak melaksanakan shalat Jumat baik karena uzur atau karena lainnya, maka disunahkan baginya untuk melaksanakan shalat Zuhur secara berjemaah.”

Begitu juga menurut ulama Hanabilah, mereka berpendapat bahwa shalat Zuhur secara berjamaah di hari Jumat lebih utama dibanding shalat sendirian. Dan boleh shalat berjamaah di waktu Dzuhur tersebut dilakukan di tempat terbuka selama tidak menimbulkan fitnah. Namun jika menimbulkan fitnah, maka sebaiknya dilakukan di tempat tertutup.

Keterangan ini juga disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala Mazahibil Arba’ah berikut;

Baca Juga :  Tafsir tentang Musibah Bencana Menurut Quraish Shihab

من فاتته الجمعة لغير عذر أو لم يفعلها لعدم وجوبها عليه، فالأفضل له أن يصلي الظهر في جماعة مع إظهاره، ما لم يخش الفتنة من إظهار جماعتها؛ وإلا طلب إخفاءها

“Seseorang yang tidak melaksanakan shalat Jumat bukan karena uzur, atau tidak melaksanakan karena memang tidak wajib baginya, maka lebih utama baginya untuk melaksanakan shalat Zuhur secara berjamaah dengan cara ditampakkan selama tidak khawatir menimbulkan fitnah. Jika khawatir menimbulkan fitnah, maka dituntut untuk disembunyikan.”

3 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat wajib di awal waktu. Disebutkan bahwa keutamaan mengerjakan shalat di awal waktu seperti keutamaan kehidupan akhirat atas kehidupan dunia. Namun demikian, khusus shalat Dzuhur, jika cuaca sangat panas, maka disunnahkan untuk diakhirkan hingga cuaca menjadi lebih sedikit dingin. (Hukum Melaksanakan Shalat Zuhur Secara Berjemaah di Masjid pada Hari Jumat) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here