Hukum Melaknat Non-Muslim dalam Islam

0
1171

BincangSyariah.Com – Bagaimana hukum melaknat nonMuslim dalam Islam, apakah boleh?

Melaknat nonMuslim dalam Islam tidak diperbolehkan. Melaknat non-Muslim hukumnya sama seperti melaknat orang Muslim, yaitu haram. Kita dilarang melaknat orang yang berbeda agama dengan kita, terutama ketika dia masih hidup. Karena bisa jadi dia mati husnul khatimah dengan memeluk agama Islam di akhir hayatnya.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Is’adur Rafiq berikut;

ثم ان محل الحرمة اللعن ان كان لمعين فلا يجوزلعنه ولو كان فاسقا كيزيد بن معاوية اذميا حيا او ميتا ولم يعلم موته علي الكفرلاحتمال انه ختم بالاسلام

“Kemudian haramnya melaknat adalah jika laknat tersebut ditujukan kepada orang tertentu, maka tidak boleh melaknatnya meskipun ia adalah orang fasik seperti Yazid bin Mu’awiyah atau zimmi (non-Muslim yang tidak memerangi orang Islam) yang hidup maupun sudah meninggal namun tidak diketahui pasti ia meninggal dalam keadaan kufur karena ada kemungkinan ia mati dalam keadaan sudah masuk agama Islam.”

Kebanyakan ulama sepakat, baik dari kalangan ulama Hanafiyah, Syafiiyah dan Hanabilah, bahwa melaknat non-Muslim tertentu tidak diperbolehkan. Kita tidak boleh melaknat kepada siapa pun, meskipun berupa hewan, benda atau non-Muslim kecuali sudah dipastikan kematiannya dalam keadaan kufur. Jika non-Muslim tersebut masih hidup, atau sudah meninggal tapi kita tidak tahu pasti apakah dia meninggal dalam keadaan kufur, maka kita tidak boleh melaknatnya.

Dalam kitab Risalatul Mu’awanah, Sayid Abdullah bin Alawi al-Haddad berkata;

واحذرأن تلعن مسلما أو بهيمة أوجمادا أو شخصا بعينه وان كان كافرا إلا إن تحققت أنه مات على الكفر كفرعون وابي جهل أو علمت أن رحمة الله لا تناله بحال كإبليس.

Baca Juga :  Empat Surah Ini Diakhiri dengan Ayat Kisah

“Jauhkan dirimu dari perbuatan melaknat seorang Muslim, atau seekor hewan, atau benda mati seorang manusia tertentu secara langsung, walaupun dia adalah kafir, kecuali bila kamu yakin bahwa ia telah mati dalam keadaan kufur sepeti Fir’aun, Abu Jahal dan sebagainya. Atau kamu ketahui bahwa rahmat Allah tak mungkin mencapainya seperti Iblis.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here