Hukum Mandi Janabah dengan Air Hangat

2
24924

BincangSyariah.Com – Ada beberapa hal yang menyebabkan umat Islam diwajibkan mandi besar (biasa disebut mandi junub atau mandi janabah), yaitu keluar mani, bertemunya (masuknya meski sedikit) kemaluan pria wanita walau tidak keluar mani, tuntasnya darah dari haid atau nifas, masuk Islamnya orang non muslim, dan meninggalnya muslim atau muslimah kecuali mati syahid.

Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt dalam surah al-Maidah ayat 6:

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“…dan jika kamu junub maka mandilah…” (Q.S al-Maidah: 6)

Saat akan melakukan mandi junub itu, misalkan cuaca begitu dingin atau disebabkan oleh penyakit tertentu. Menyebabkan orang yang berjunub itu tidak bisa mandi dengan dingin, bolehkan mandi dengan air yang dihangatkan?

Berdasarkan literatur yang ada, tidak ditemukan ayat-ayat al-Quran dan sunah Nabi yang menyatakan bahwa tidak sah mandi junubdengan air hangat yang telah dipanaskan dengan panci, periuk, dan sebagainya. Tentu tidak kemasukan benda-benda najis, sepertidarah, bangkai, kotoran manusia atau benda najis lainnya.

Di antara dalil yang menunjukkan boleh mandi janabah dengan air hangat adalah dari Aslam al-Qurasyiy al-‘Adawy, mantan budak Umar bin Khattab r.a, beliau bercerita:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَانَ يَغْتَسِلُ بِالْمَاءِ الْحَمِيمِ

“Sesungguhnya Umar dahulu mandi dari air yang hangat.” (HR Abdurrazzaq) Ibnu Hajar mengatakan sanadnya sahih

Ibnu Hajar menjelaskan:

وأما مسألة التطهر بالماء المسخن فاتفقوا على جوازه الا ما نقل عن مجاهد

“Masalah bersuci dengan air  hangat, para ulama sepakat boleh kecuali riwayat yang dinukil dari Mujahid.” (Fathul Bari, 1:299)

Kemudian diriwayatkan dari Atha’ bahwa beliau mendengar Ibnu Abbas r.a mengatakan:

لَا بَأْسَ أَنْ يُغْتَسَلَ بِالْحَمِيمِ وَيُتَوَضَّأُ مِنْهُ

“Boleh seseorang mandi atau wudu dengan air hangat.” (HR Abdurrazzaq)

Adapun hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, yang mengatakan:

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ سَخَّنْتُ مَاءً فِي الشَّمْسِ ، فَقَالَ : لَا تَفْعَلِي يَا حُمَيْرَاءُ فَإِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ

Rasulullah  saw masuk menemuiku sementara saya telah menghangatkan air dengan sinar matahari. Maka beliau bersabda: jangan kamu lakukan itu wahai Humaira (Aisyah) karena itu bisa menyebabkan penyakit sopak.”

Berdasarkan keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa mandi janabah dengan menggunakan air hangat yang dipanaskan dengan panci, periuk, dan sebagainya dibolehkan.

Baca Juga :  Tuhan Menjamin Rezekimu

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here