Hukum Makan Undur-undur dalam Islam

0
21

BincangSyariah.Com – Di antara hewan unik dan banyak kita jumpai adalah hewan yang disebut dengan undur-undur. Hewan ini punya kebiasaan berjalan mundur dan tempatnya biasanya di tanah kering dan berpasir. Bagi sebagian orang, undur-undur ini dikonsumsi karena diyakini bisa mengobati diabetes, kejang otot dan sakit punggung. Dalam Islam, bagaimana hukum makan undur-undur ini?

Undur-undur termasuk dalam kategori hasyarat atau serangga kecil yang hidup di bumi. Ia sama seperti serangga kecil yang lain, semisal cacing, semut dan lainnya. Terdapat perbedaan di kalangan para ulama terkait hukum mengkonsumsi undur-undur dan semua jenis hewan hasyarat.

Menurut ulama Syafiiyah, undur-undur dan semua jenis hewan hasyarat lainnya hukumnya haram dimakan. Alasannya, selain termasuk hewan yang menjijikkan atau khabaits, juga biasanya orang yang memiliki jiwa yang sehat akan cenderung menolak untuk makan undur-undur ini.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

في مذاهب العلماء في حشرات الأرض كالحيات والعقارب والجعلان وبنات وردان والفأرة ونحوها : مذهبنا أنها حرام

Pendapat para ulama mengenai hewan bumi seperti ular, kalajengking, kumbang/serangga, tikus dan lain-lain. Menurut pendapat kami (ulama Syafiiyah) hukumnya adalah haram.

Dalam kitab Al-Iqna’ juga disebutkan sebagai berikut;

وَلَا تَحِلُّ الْحَشَرَاتُ وَهُوَ صِغَارُ دَوَابِّ الْأَرْضِ كَخُنْفُسَاءَ وَدُودٍ

Tidak halal hasyarat (hewan bumi) yaitu hewan-hewan kecil di bumi, seperti kumbang dan ulat atau cacing.

Dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menyebutkan sebagai berikut;

ويحرم أكل حشرات الأرض صغار دوابها كالعقرب والثعبان والفأرة والنمل والنحل

Haram makan hewan, yaitu binatang-binatang kecil bumi, seperti kalajengking, ular, tikus, semut, dan lebah. Oleh karena itu, menurut mazhab Syafi’i, hukum makan undur-undur itu haram.

Sementara menurut ulama Malikiyah, makan hewan jenis hasyarat, termasuk undur-undur, hukumnya boleh asalkan disembelih terlebih dahulu dan tidak membahayakan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Ma’rifah Al-Sunan wa Al-Atsar berikut;

وقال المالكية: يباح بالذكاة اكل خشاش الارض كعقرب وخنفساء وبنات وردان وجندب ونمل ودود وسوس

Ulama Malikiyah berkata: Boleh makan hewan bumi dengan syarat disembelih, seperti kalajengking, kumbang, jangkrik, semut, ulat, dan ngengat.

Di antara dalil yang dijadikan dasar oleh ulama Malikiyah adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dari Milqab dari ayahnya, dia berkata;

صَحِبْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم فَلَمْ أَسْمَعْ لِحَشَرَةِ الأَرْضِ تَحْرِيمًا

Aku menemani Nabi Saw dan aku tidak pernah mendengar haramnya hasyarat atau hewan serangga bumi.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here