Hukum Makan Testis Kambing atau Sapi

0
414

BincangSyariah.Com – Terdapat sebagian orang yang sangat suka makan testis kambing atau sapi. Menurut kepercayaan mereka, makan testis kambing atau sapi dapat meningkatkan stamina dan keperkasaan. Sebenarnya, bagaimana hukum makan testis kambing atau sapi? (Baca: Tabel Kadar Wajib Zakat pada Unta, Sapi, dan Kambing/Domba)

Pada dasarnya, semua bagian hewan yang disembelih hukumnya halal dimakan, termasuk usus, hati, testis, alat kelamin dan sebagainya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tahdzib Al-Mudawwanah berikut;

مَا أُضِيفَ إلَى اللَّحْمِ مِنْ شَحْمٍ وَكَبِدٍ وَكَرِشٍ وَقَلْبٍ وَرِئَةٍ وَطِحَالٍ وَكُلًى وَحُلْقُومٍ وَخُصْيَةٍ وَكُرَاعٍ وَرَأْسٍ وَشِبْهِهِ ، فَلَهُ حُكْمُ اللَّحْمِ

Semua yang mengikuti status daging, seperti lemak, liver, kars (isi perut dari usus dan sejenisnya), jantung, paru, limpa, ginjal, tenggorokan, skrontum, tengklek, kepala, dan semacamnya, semuanya dihukumi sebagaimana hukum daging.

Hanya saja, meski semuanya halal dimakan, namun ada beberapa bagian kambing yang tidak disukai oleh Rasulullah. Disebutkan bahwa Rasulullah tidak suka makan tujuh bagian kambing, yaitu darah yang mengalir, alat kelamin, dua testis, kemaluan kambing betina, ghuddah, kemih (kandung kencing), dan kandung empedu.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Baihaqi, dari Mujahid, dia berkata;

انَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم يَكْرَهُ مِنَ الشَّاةِ سَبْعًا الدَّمَ وَالْمَرَارَ وَالذَّكَرَ وَالْاُنْثَيَيْنِ وَالْحَيَا وَالْغُدَّةَ وَالْمَثَانَةَ وَكَانَ أَعْجَبُ الشَّاةِ إِلَيْهِ مُقَدَّمَهَا

Rasulullah Saw tidak menyukai tujuh bagian dari kambing yaitu darah, kandung kemih, alat kelamin, dua testis, kemaluan, ghuddah, kandung kencing. Dan bagian kambing yang paling disukai Rasulullah saw adalah hasta dan bahunya.

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi menyebutkan bahwa menurut Imam Al-Khaththabi, dari ketujuh bagian ini, hanya darah saja yang haram dimakan. Sementara sisanya, termasuk testis, hukumnya hanya makruh, tidak haram. Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

قَالَ الْخَطَّابِىُّ اَلدَّمُ حَرَامٌ بِالْاِجْمَاعِ وَعَامَّةُ الْمَذْكُورَاتِ مَعَهُ مَكْرُوهَةٌ غَيْرُ مُحَرَّمَةٌ

Al-Khaththabi berpendapat bahwa darah itu haram sesuai dengan kesepakatan para ulama, sedangkan semua yang disebutkan bersama darah dalam hadis tersebut adalah dimakruhkan bukan diharamkan.

Dengan demikian, makan testis kambing atau sapi hukumnya boleh namun makruh, tidak haram. Hal ini karena Nabi Saw tidak menyukai makan bagian testis ini. Bagian yang disukai Nabi Saw adalah daging bagian depan, seperti bahu kambing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here