Hukum Makan Kulit Bangkai yang Sudah Disamak

0
846

BincangSyariah.com – Ulama telah sepakat bahwa bangkai hewan hukumnya najis dan haram dimakan. Tidak boleh makan hewan mati tanpa disembelih atau disembelih tapi tidak sesuai ketentuan syariah. Namun demikian, bagian kulit hewan yang menjadi bangkai bisa berubah menjadi suci dengan cara disamak. Tapi bagaimana hukum makan kulit bangkai yang sudah disamak tersebut, apakah boleh?.

Sebagaimana telah disebutkan bahwa kulit bangkai yang sudah disamak hukumnya suci sehingga boleh dimanfaatkan untuk keperluan tertentu seperti dibikin beduk atau lainnya. Kesucian ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ibnu Hibban dari Salamah bin Muhabbiq, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

دِبَاغُ جُلُودِ الْمَيْتَةِ طُهُورُهاَ

“Samak kulit bangkai dapat menyucikannya.”

Meskipun sudah menjadi suci, namun terjadi perbedaan di antara para ulama terkait kebolehan memakan kulit tersebut. Setidaknya, ada tiga pendapat ulama terkait kebolehan makan kulit tersebut.

Pertama, haram secara mutlak, baik dari kulit hewan yang bisa dimakan atau tidak. Alasan pendapat ini karena kulit tersebut tetap disebut bangkai dan memakai bangkai hukumnya haram. Samak hanya menjadikan kulit bangkai suci, bukan halal dimakan. Dan pendapat ini yang paling sahih. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Daruquthni dari Ibnu Abbas, Nabi Saw. bersabda;

إنَّمَا حَرُمَ مِنْ الْمَيْتَةِ أَكْلُهَا

“Sesungguhnya yang haram dari bangkai adalah memakannya.”

Kedua, halal secara mutlak, baik dari kulit hewan yang bisa dimakan atau tidak.

Ketiga, halal dimakan jika dari kulit yang bisa dimakan dan haram jika dari kulit hewan yang tidak bisa dimakan.

Imam Nawawi dalam kitab Almajmu’ berkata;

جلد الميتة المدبوغ في أكله ثلاثة أقوال أو أوجه سبقت في باب الانية (اصحها) أنه حرام (والثانى) حلال (والثالث) ان كان جلد حيوان مأكول فحلال والا فلا.

Baca Juga :  Kenapa Jumlah Sembelihan Akikah Antara Laki-laki dan Perempuan Berbeda?

“Kulit hewan yang sudah disamak ada tiga pendapat terkait kebolehan memakannya, sebagaimana telah dijelaskan dalam babul aniyah atau bab tentang bejana. Pertama, yang paling sahih adalah haram memakannya. Kedua, memakannya halal. Ketiga, jika kulit hewan yang bisa dimakan, maka halal dimakan. Jika tidak bisa dimakan, maka tidak boleh dimakan.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here