Hukum Makan dan Minum Setelah Berhubungan Badan

1
28

BincangSyariah.Com – Melakukan hubungan badan bisa menimbulkan rasa lelah, capek, haus dan bahkan lapar. Karena itu, untuk menghilangkan rasa capek, haus dan lapar tersebut, tak sedikit orang yang langsung minum dan makan setelah berhubungan badan. Lantas bagaimana sebenarnya hukum makan dan minum setelah berhubungan badan?

Menurut para ulama, pada dasarnya makan dan minum setelah berhubungan badan, jika belum mandi junub, maka hukumnya adalah makruh. Hanya saja, kemakruhan makan dan minum ini bisa hilang jika seseorang mencuci kemaluannya dan melakukan wudhu terlebih dahulu sebelum makan dan minum.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin makan dan minum setelah berhubungan badan, maka dia disunnahkan untuk mencuci kemaluan dan wudhu terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Minhajul Qawim berikut;

( ويكره للجنب الأكل والشرب والنوم والجماع قبل غسل الفرج والوضوء ) لما صح من الأمر به في الجماع وللاتباع في البقية إلا الشرب فمقيس على الأكل ( وكذا منقطعة الحيض والنفاس ) فيكره لها ذلك كالجنب بل أولى

Dimakruhkan bagi orang junub makan, minum, tidur dan jima’ sebelum ia membasuh kemaluannya dan melakukan wudu. Hal ini karena ada perintah yang sahih dalam jima’ dan karena mengikuti Nabi saw. dalam masalah lainnya kecuali dalam masalah minum yang hukumnya disamakan pada masalah makan. Begitu juga bagi wanita yang telah putus haid dan nifasnya, maka hal tersebut makruh baginya sebagaimana orang junub bahkan lebih dimakruhkan.

Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

قال أصحابنا ويكره للجنب أن ينام حتي يتوضأ ويستحب إذا اراد أن يأكل أو يشرب أو يطأ من وطئها أولا أو غيرها أن يتوضأ وضوءه للصلاة ويغسل فرجه في كل هذه الاحوال

Sahabat kami berkata; Dimakruhkan bagi orang junub tidur hingga ia wudu. Dan disunahkan bila hendak makan atau minum atau menggauli istri yang ia gauli pertama atau lainnya untuk melakukan wudu sebagaimana wudu saat ia hendak salat dan juga disunahkan membasuh kemaluannya.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Aisyah, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ

Rasulullah saw. ketika dalam keadaan junub dan beliau hendak makan atau minum, maka belia melakukan wudu sebagaimana wudu saat hendak salat.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here