Hukum Makan dan Minum dengan Tangan Kiri

0
454

BincangSyariah.Com – Membiasakan diri menggunakan tangan kanan dalam beraktivitas, termasuk makan dan minum, merupakan sunah Nabi Saw. Beliau memang dikenal senang menggunakan atau mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan. Dalam berpakaian, makan, minum, dan lain sebagainya, Nabi Saw. lebih suka menggunakan tangan kanan. Hal ini sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah Ra. yang menceritakan demikian:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُحِبُّ التَيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فيِ شَأْنِهِ كُلِّهِ؛ فيِ طُهُوْرِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَتَنَعُّلِهِ

Nabi Saw. itu menyukai menggunakan anggota tubuh kanannya pada setiap aktivitasnya selagi mampu, termasuk bersuci, bersisir, dan bersandal.

 

Selain itu, Nabi pernah mengingatkan bahwa penggunaan anggota sebelah kiri dalam beraktivitas disimbolkan dengan perbuatan setan, termasuk aktivitas makan dan minum. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

(رواه مسلم)

“Ketika seseorang dari kalian makan, makan gunakanlah tangan kanan, dan ketika minum pun demikian. Hal ini karena setan itu ketika makan dan minum menggunakan tangan kiri” (HR Muslim)

Namun demikian, al-Alqami, penulis kitab Alkaukab al-Munir, syarah Aljami’ al-Shagir, mengatakan demikian:

قال النووي فيه استحباب الأكل والشرب باليمين وكراهتهما بالشمال وهذا إذا لم يكن عذر، فإن كان عذر يمنع كمرض وجراحة فلا كراهة

Imam an-Nawawi berpendapat bahwa penggunaan tangan kanan saat makan dan minum itu sunah, dan menganggap makruh penggunaan tangan kiri saat makan dan minum. Hukum ini berlaku saat tak ada uzur. Namun demikian, apabila terdapat uzur seperti sakit atau luka, maka tidak makruh menggunakan tangan kiri.

Dari penjelasan tersebut, kita dapat memahami bahwa menggunakan tangan kanan dalam beraktivitas yang sifatnya positif itu termasuk sunah. Bila tanpa uzur, kemudian menggunakan tangan kiri dalam makan atau minum misalnya itu hanya makruh saja. Namun demikian, bila terdapat uzur seperti yang disebutkan di atas, maka hukumnya hanya mubah.

Baca Juga :  Hukum Meminta-minta di Masjid

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here