Halalkah Makan Daging Mentah?

0
117

BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak makan daging, baik daging ayam atau daging hewan lainnya, umumnya kita memasaknya terlebih dahulu. Jarang kita makan daging dalam keadaan masih mentah. Karena begitu jarangnya, sampai ada yang beranggapan bahwa makan daging dalam keadaan mentah tidak boleh dan tidak halal. Sebenarnya, boleh atau halalkah makan daging mentah?

Makan dan mengomsumsi daging hewan dalam keadaan mentah hukumnya diperbolehkan dan halal. Tidak ada larangan dalam Islam untuk mengonsumsi daging dalam keadaan mentah, baik daging ayam, daging burung yang halal dimakan, daging kambing dan daging hewan lainnya. Selama hewan tersebut sudah disembelih dengan benar dan dagingnya tidak terkena najis, maka hukumnya halal dikonsumsi meskipun dalam keadaan mentah.

Menurut para ulama, makan daging hewan tidak disyaratkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Meski masih mentah, boleh daging dimakan dan konsumsi. Dan juga boleh dimasak setengah matang ala masakan Jepang, dan lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fatawa Al-Imam Al-Nawawi berikut;

مسألة: هل يجوز اكل اللحم نيئا؟ (الجواب) نعم والله اعلم

Masalah; Apakah boleh makan daging dalam keadaan masih mentah? Jawabannya; Iya, dan Allah lebih tahu.

Meski boleh dan halal mengonsumsi daging dalam keadaan masih mentah, namun menurut sebagian ulama, hukumnya adalah makruh. Sebaiknya daging dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Meski tidak disyaratkan memasak daging sebelum dikonsumsi, namun mengonsumsi daging dalam keadaan masih mentah dimakruhkan.

Sementara menurut sebagian ulama lain, mengonsumsi daging dalam keadaan masih mentah hukumnya boleh dan tidak makruh. Hukum mengomsumsi daging dalam keadaan masih mentah sama dengan hukum mengonsumsi dalam keadaan sudah dimasak, yaitu sama-sama mubah, dan tidak makruh.

Baca Juga :  Masa Depan Moderasi Islam di Indonesia

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab kitab Ghidza’ Al-Albab Syarh Mandzumah Al-Adab berikut;

هَلْ يُكْرَهُ أَكْلُ اللَّحْمِ نِيئًا ، أَوْ لَا ؟ جَزَمَ فِي الْإِقْنَاعِ بِالْكَرَاهِيَةِ وَعِبَارَتُهُ : وَتُكْرَهُ مُدَاوَمَةُ أَكْلِ لَحْمٍ وَأَكْلُ لَحْمٍ مُنْتِنٍ وَنِيءٍ انْتَهَى . وَصَرَّحَ فِي الْمُنْتَهَى بِعَدَمِ الْكَرَاهَةِ فِي النِّيءِ ، وَالْمُنْتِنِ

Apakah dimakruhkan mengonsumsi daging mentah atau tidak? Syekh Abu Naja Al-Hajawi dalam kitab Al-Iqna’ menegaskan kemakruhan mengonsumsi daging mentah, berikut redaksinya; Dimakruhkan terus-menerus mengonsumsi daging, makruh pula mengonsumsi daging yang busuk dan daging mentah. Sedangkan Ibnu Najjar dalam kitab Al-Muntaha menegaskan ketidakmakruhan mengonsumsi daging mentah dan daging yang busuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here