Hukum Makan Daging Landak dalam Islam

0
20

BincangSyariah.Com – Di sebagian daerah, termasuk hewan yang ditangkap dan dimakan adalah hewan landak. Pasalnya, hewan landak dimakan karena daging landak diyakini memiliki khasiat menyembuhkan penyakit tertentu, seperti diabetes dan lainnya. Dalam Islam, bagaimana hukum makan daging landak ini?

Dalam kitab-kitab fiqih, landak disebut dengan Al-Qunfudz. Landak ini termasuk jenis hewan pengerat (rodentia) mirip dengan tikus, memiliki rambut tebal, dan bila dirinya merasa terancam, maka dapat mengeras dan menjadi duri yang panjang dan runcing.

Menurut ulama Syafiiyah, landak termasuk hewan yang halal untuk dimakan. Hal ini karena landak termasuk hewan yang thoyyibat atau baik untuk dikonsumsi. Kehalalan makan landak ini ditegaskan oleh Imam Al-Syafi’i dan para pengikut madzhabnya, seperti Imam Laits bin Sa’ad, dan Imam Abu Tsaur dan para ulama Syafiiyah lainnya. Demikian pula menurut sebagian ulama Hanabilah seperti Imam Al-Syaukani, dan Imam Al-Shan’ani.

Akan tetapi, sebagian jenis landak termasuk hewan yang dilindungi, seperti landak Jawa, sebagaimana dilansir Kompas. Oleh karena itu, kita tidak boleh sembarangan memburu hewan yang dilindungi oleh negara.

Dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah juga ditegaskan mengenai kebolehan dan kehalalan makan landak. Ini sebagaimana disebutkan sebagai berikut;

السؤال: ما الحكم الشرعي في أكل لحم كلٍّ من: القنفذ والثعلب والضبع؟

الجواب:لا حرج في مذهبنا في أكل كلٍّ من: القنفذ، والثعلب، والضبع؛ لأنها من الطيبات التي تستطيبها العرب، وقد قال الله تعالى: يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ. فما استطابته العرب في عادتها كان حلالاً، وما عدوه خبيثاً فهو محرم؛ لأن القرآن نزل بلغتهم، فكان عرفهم في تفسير قوله تعالى: (الطيبات) هو الحكم

Pertanyaan: Bagaimana secara hukum syar’i mengenai hukum makan daging landak, musang dan hiena?

Jawaban: Tidak masalah dalam madzhab kami makan daging landak, musang dan hiena. Hal ini karena hewan-hewan termasuk hewan thoyyibat atau baik untuk dimakan, dan juga telah dianggap baik oleh orang Arab. Allah telah berfirman: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad): Apakah yang dihalalkan bagi mereka?.

Katakanlah: Yang dihalalkan bagimu adalah makanan yang baik-baik. Apa yang dianggap baik oleh orang Arab dalam kebiasaannya maka hukumnya halal, dan apa yang dianggap menjijikkan maka hukumnya haram. Ini karena Al-Quran turun dengan bahasa mereka, dan karena itu pengertian mereka dalam menafsirkan firman Allah ‘al-thoyyibat’ adalah hukum.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here