Hukum Makan Burung Walet, Apakah Halal?

0
9

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa saat ini banyak orang yang memelihara burung walet untuk dibudidayakan. Biasanya tujuan membudidayakan burung walet adalah untuk diambil sarangnya yang terbuat dari air liur burung walet tersebut, bukan untuk dikonsumsi. Namun bagaimana jika membudidayakan burung walet untuk dikonsumsi, apakah halal makan burung walet?

Dalam kitab-kitab fiqih, burung walet disebut dengan khuththof. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mengonsumsi burung walet ini. Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, makan burung walet termasuk yang halal dimakan atau dikonsumsi.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

النَّوْعُ السَّابِعُ: كُل طَائِرٍ ذِي دَمٍ سَائِلٍ، وَلَيْسَ لَهُ مِخْلَبٌ صَائِدٌ، وَلَيْسَ أَغْلَبُ أَكْلِهِ الْجِيَفَ: – وَذَلِكَ كَالدَّجَاجِ، وَالْبَطِّ، وَالإْوَزِّ، وَالْحَمَامِ مُسْتَأْنَسًا وَمُتَوَحِّشًا، وَالْفَوَاخِتِ،  وَالْعَصَافِيرِ، وَالْقَبَجِ،  وَالْكُرْكِيِّ،  وَالْخُطَّافِ،  وَالْبُومِ،  وَالدُّبْسِيِّ،  وَالصُّلْصُل وَاللَّقْلَقِ وَاللِّحَامِ،  وَالْهُدْهُدِ، وَالصُّرَدِ، وَالْخُفَّاشِ .فَكُل هَذَا مَأْكُولٌ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ – وَقَال الْمَالِكِيَّةُ بِإِبَاحَةِ هَذَا النَّوْعِ كُلِّهِ وَلَوْ جَلاَّلَةً فِي الْمَشْهُورِ عَنْهُمْ، إِلاَّ الْخُفَّاشُ فَالْمَشْهُورُ عِنْدَهُمْ فِيهِ الْكَرَاهَةُ

Bagian ketujuh adalah burung yang memiliki darah yang mengalir namun tidak memiliki kuku untuk berburu, juga yang lumrah makanannya bukan bangkai. Ini seperti ayam, bebek, angsa, merpati, merpati hutan, burung kutilang, puyuh, burung jenjang, burung walet, burung hantu, burung bangau, hudhud, shurad dan kelelawar. Semua jenis burung ini boleh dimakan menurut ulama Hanafiyah. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa boleh makan jenis burung ini, meskipun makan kotoran, menurut pendapat yang masyhur di kalangan mereka, kecuali makan kelelawar, maka yang masyhur di kalangan mereka hukumnya makruh.

Sementara menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, burung walet tidak boleh dimakan. Ia termasuk hewan yang haram dimakan. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

فَالرَّخَمَةُ وَالْخُفَّاشُ وَاللَّقْلَقُ وَالْخُطَّافُ وَالسِّنُونُو تَحْرُمُ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ

Burung nasar, kelelawar, burung walet dan burung layang-layang hukumnya haram menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here