Hukum Makan Berudu dalam Islam

0
16

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak bermunculan aneka kuliner yang bisa dibilang aneh, di antaranya adalah berudu goreng atau di Jepang biasa disebut dengan Mok Huak. Dalam Islam, bagaimana hukum makan berudu goreng ini, apakah boleh?

Menurut para ulama, mengonsumsi berudu atau kecebong, baik digoreng atau diolah dengan jenis masakan lainnya, hukum makan berudu itu haram. Hal ini karena berudu merupakan katak pra-dewasa dan para ulama telah sepakat bahwa hukum katak, baik sudah dewasa maupun pra-dewasa hukumnya haram dimakan.

Ada dua alasan yang disampaikan oleh kebanyakan ulama terkait keharaman memakan katak ini.

Pertama, katak termasuk hewan yang dilarang untuk dibunuh. Semua hewan yang ada larangan untuk dibunuh, maka tidak boleh dimakan. Karena jika halal dimakan, maka tidak akan ada larangan untuk membunuhnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hayatul Hayawanul Kubra berikut;

يحرم أكلها للنهي عن قتلها ورى البيهقي في سننه عن سهل بن سعد الساعدي أن النبي صلى الله عليه السلام نهى عن قتل خمسة النملة والنحلة والضفضع والصرد والهدهد , وفي مسند أبي داود الطيالسي وسنن أبي داود والنسائ والحاكم عن عبد الله بن عثمان التيمي عن النبي صلى الله عليه وسلم أن طبيبا سأله عن ضفدع يجعلها في دواء فنهاه عن قتلها فدل على أن الضفدع يحرم أكلها وأنها غير داخلة فيما أبيح من دواب الماء

Haram memakan katak karena ada larangan membunuhnya. Imam Albaihaqi dalam kitab Sunannya meriwayatkan hadis dari Sahl bin Sa’ad Assa’idi, bahwa Nabi saw. melarang membunuh lima hewan, yaitu semut, lebah, katak, burung sirad dan burung hudhud. Disebutkan dalam kitab Musnad Abu Daud Attayalisi dan Sunan Abu Daud, Annasai dan Alhakim dari Abdullah bin ‘Usman Attaimi dari Nabi Saw, bahwa ada seorang dokter yang bertanya kepada Nabi Saw. tentang katak yang hendak dijadikan obat. Maka Nabi saw. melarang untuk membunuh katak tersebut. Ini menunjukkan bahwa katak termasuk hewan yang haram dimakan dan ia tidak termasuk hewan air dibolehkan untuk dimakan.

Kedua, katak termasuk hewan yang menjijikkan. Semua hewan yang menjijikkan menurut ukuran tabiat yang normal, maka hukumnya haram dimakan. Para ulama memasukkan katak, baik yang dewasa maupun yang pra-dewasa atau berudu, pada bagian hewan yang menjijikkan, karena itu ia haram dimakan.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here