Hukum Laki-Laki Memakai Celana Dalam Wanita

0
37

BincangSyariah.Com – Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita sering menemukan hal-hal yang agak kurang wajar misalnya laki-laki memakai celana dalam wanita. Bagaimana sebenarnya hukum laki-laki memakai celana dalam wanita?

Berbicara perihal bolehkah laki-laki memakai pakaian wanita, Rasulullah Saw. sendiri sudah melarang hal tersebut. Hal ini didasarkan dari hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Ra. :

لعن الله الرجل يلبس لبسة المرأة، والمرأة تلبس لبسة الرجل

Allah melaknat laki-laki yang  memakai pakaiannya wanita begitu juga wanita yang memakai pakaiannya laki-laki.” (H.R Abu Daud)

Dari hadis di atas Rasulullah secara jelas mengatakan bahwa Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita begitu juga sebaliknya. Hal ini dikarenakan dalam perbuatan semacam itu terdapat unsur tasyabbuh (menyerupai), laki-laki menyerupai wanita begitu juga wanita  menyerupai laki-laki, dimana hal semacam ini menyalahi kodrat mereka masing-masing.

Bukan hanya tentang cara berpakaian yang dilarang, laki-laki juga tidak boleh menyerupai wanita dalam  hal tingkah lakunya (cara berjalan, suara dan lain sebagainya) begitu sebaliknya wanita menyerupai laki-laki.

Imam al-Munawi dalam kitabnya Faidh al-Qadir Syarh Jami’ as-Shagir (j.2 h.158) mengutip perkataan imam Nawawi

كما قال النووي حرمة تشبه الرجال بالنساء وعكسه لأنه إذا حرم في اللباس ففي الحركات والسكنات والتصنع بالأعضاء والأصوات أولى بالذم والقبح فيحرم على الرجال التشبه بالنساء وعكسه في لباس اختص به المشبه بل يفسق فاعله للوعيد عليه باللعن

Sebagaimana imam Nawawi berkata, haram laki-laki menyerupai wanita begitu juga sebaliknya wanita menyerupai laki-laki. Hal ini dikarenakan, jika haram meniru dalam segi berpakaian maka dalam hal tingkah laku (gerakan, diam dan suaranya) tentu lebih mendapat celaan dan hinaan. Sehingga haram bagi laki menyerupai wanita begitu juga sebaliknya wanita menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian yang dikhususkan bagi masing-masing dari mereka, bahkan pelakunya dijanjikan laknat oleh Allah Swt.” (Muhammad Abdur Rauf al-Munawi, Faidh al-Qadir Syarh Jami’ as-Shagir, jus 2 hal 158)

Dari perkataan imam Nawawi yang dikutip oleh al-Munawi di atas terdapat redaksi “pakaian khusus bagi  mereka”. Dalam hal ini celana dalam masuk dalam kategori pakaian khusus, sehingga laki-laki dilarang menggunakan pakaian dalam wanita dan begitu juga sebaliknya.

Alhasil, laki-laki dilarang memakai celana dalam wanita dikarenakan hal tersebut terdapat unsur tasyabbuh (menyerupai) yang dilarang oleh agama. Terakhir, bagi laki-laki ataupun wanita alangkah bijaknya menggunakan segala kebutuhan (misal pakaian) sesuai dengan kodratnya masing-masing.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here