Hukum Jual Beli Sarang Lebah, Apakah Sah?

0
12

BincangSyariah.Com – Saat ini, kita tidak hanya menjumpai orang yang membeli madu, namun kita juga banyak menjumpai orang yang jual beli sarang lebah. Biasanya, seseorang membeli sarang lebah untuk tujuan ternak, dan ada pula untuk tujuan memastikan keaslian madu yang dibeli dan ada pula untuk dikonsumsi. Sebenarnya, bagaimana hukum jual beli sarang lebah ini, apakah sah dan halal? (Baca: Bolehkah Membakar Sarang Lebah untuk Diambil Madunya?)

Sarang lebah adalah produk alami yang dibuat oleh lebah untuk menyimpan larva, madu, dan serbuk sari. Semua sarang lebah dapat dimakan termasuk sel lilin dan madu mentah yang dikandungnya. Bahkan menurut keterang medis, mengonsumsi sarang lebah sangat bermanfaat untuk kesehatan, sebagaimana mengonsumsi madunya.

Oleh karena itu, menjual dan membeli sarang lebah, meskipun di dalamnya terdapat anak lebahnya, baik untuk tujuan ternak, untuk dikonsumsi, dan lainnya, hukumnya boleh dan sah.

Bahkan menurut para ulama, menjual lebah juga boleh apabila dengan tujuan untuk diternak agar menghasilkan madu. Selama memiliki manfaat, maka menjual dan membeli sarang lebah, juga lebah, hukumnya diperbolehkan dan dinilai sah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى عَدَمِ جَوَازِ بَيْعِ الْحَشَرَاتِ الَّتِي لاَ نَفْعَ فِيهَا، إِذْ يُشْتَرَطُ فِي الْمَبِيعِ أَنْ يَكُونَ مُنْتَفَعًا بِهِ، فَلاَ يَجُوزُ بَيْعُ الْفِئْرَانِ، وَالْحَيَّاتِ وَالْعَقَارِبِ، وَالْخَنَافِسِ، وَالنَّمْل وَنَحْوِهَا، إِذْ لاَ نَفْعَ فِيهَا يُقَابَل بِالْمَال، أَمَّا إِذَا وُجِدَ مِنَ الْحَشَرَاتِ مَا فِيهِ مَنْفَعَةٌ، فَإِنَّهُ يَجُوزُ بَيْعُهُ كَدُودِ الْقَزِّ، حَيْثُ يَخْرُجُ مِنْهُ الْحَرِيرُ الَّذِي هُوَ أَفْخَرُ الْمُلاَبِسِ، وَالنَّحْل حَيْثُ يُنْتِجُ الْعَسَل

Ulama fiqih sepakat bahwa tidak boleh menjual serangga yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Ini disyaratkan untuk barang yang dijual harus memiliki manfaat. Sehingga tidak boleh menjual tikus, ular, kalajengking, kumbang ampal, semut, dan lainnya, karena hewan-hewan ini tidak memiliki manfaat yang senilai dengan harta. Adapun jika serangga memiliki manfaat, maka hukumnya boleh dijual, seperti ulat sutra, yang bisa menghasilkan sutra, kain termahal, atau lebah yang bisa menghasilkan madu. Wallahu a’lam bis shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here