Hukum Jual Beli Kredit

0
333

BincangSyariah.Com – Adakah yang mengamati bahwa ayat terpanjang dalam Al Qur’an adalah ayat ke-282 dalam surat Al Baqarah? Ayat tersebut terbilang ayat yang panjang dan cukup rumit untuk dihafalkan. Sebuah ayat yang menjelaskan tentang akad hutang piutang. Dan salah satu bentuk transaksi akad utang piutang adalah akad kredit. Jual beli dengan cara kredit inilah yang sedang marak dimana-mana.

Hukumnya adalah diperbolehkan, sebagaimana Allah halalkan setiap jual beli yang tidak mengandung riba. Jual beli kredit adalah salah satu bentuk praktek hutang piutang yang disuratkan oleh Allah sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.”

Diceritakan dari Aisyah, bahwa Rasulullah pernah bertransaksi dalam membeli bahan makanan dari seorang yahudi yang pembayarannya dihutang. Hukum asal jual beli adalah boleh, asal tidak mengandung penipuan, spekulasi dan sebagainya. Dengan demikian, transaksi sistem kredit dengan harga yang lebih tinggi dibanding membeli cash/ jual beli yang pembayarannya ditangguhkan dan penambahan harga untuk pihak penjual hukumnya sah, asalkan transaksi/akad antara penjual dan pembeli dilakukan secara sharih/jelas.

Jumhur ulama memperbolehkan transaksi kredit tersebut. Sebagaimana kesepakatan para ulama dalam sidang Al Fiqh Al Islami di Jeddah pada tanggal 14-20 Maret 1990. Salah satu hasil dari sidang tersebut adalah boleh melakukan penjualan dengan harga kredit yang lebih tinggi dari harga tunai. Sebagaimana pula, boleh menyebutkan harga suatu barang secara kontan sementara pembayaran harganya diangsur dalam waktu tertentu yang diketahui dengan pasti. Hasil sidang tersebut ditulis oleh Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu.

Keterangan tersebut senada juga dengan keterangan Imam Nawawi dalam Raudhah At Thalibin,

اما لو قال بعتك بألف نقدا أو بألفين نسيئة … فيصح العقد

Baca Juga :  Lihatlah kepada Orang yang Berada di Bawahmu

Ketika penjual berkata kepada seorang pembeli; aku jual padamu dengan seribu dirham bila kontan, dan duaribu dirham bila dalam tempo (cicil), maka akad seperti ini adalah sah

Dengan berbagai keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa kita boleh-boleh saja melakukan jual beli secara kredit. Hukum perkreditan adalah halal walau terjadi perbedaan harga, asalkan transaksinya jelas. Ketika pembeli pergi membawa barang, telah ada kepastian pilihan harga yang ia ambil.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here