Hukum Jual Beli Follower Media Sosial

2
18

BincangSyariah.Com – Jumlah follower media sosial, lebih-lebih media sosial instagram sangat penting sekali diperhatikan bagi kalangan yang menggunakan media sosial sebagai wadah agar publik dapat mengenal personal (seseorang) atau produk yang ingin dipasarkan.

Semakin besar follower atau pengikut kita di instagram, semakin besar kemungkinan kita menjadi terkenal di dunia Maya. Sehingga hal ini dapat memberikan pemasukan atau penghasilan dari instagram. Semisal contohnya adalah ketika follower atau pengikut instagram kita banyak, otomatis banyak orang yang melihat, mengenal postingan dan konten yang kita tampilkan di instagram.

Hal ini memungkinkan sekali membuat pihak lain yang ingin melakukan kerja sama pada kita agar produk atau barang milik mereka untuk di tampilkan dan diposting di media sosial kita. Biasanya teknik semacam ini tidak sekadar posting foto/video produk milik orang lain, itu juga berupa tag (tanda) kepada pemilik postingan yang mengajak kerja sama itu tadi. Sehingga orang-orang lebih mudah untuk mengunjungi akun instagram asli pemilik produk tersebut.

Oleh karena itu, di antara strategi pemasaran di media sosial adalah jual beli follower di Instagram. Keberadaan penjual follower media sosial ini sebenarnya sama dengan transaksi pada umumnya, yaitu ada penjual, pembeli dan objek yang diperjualbelikan belikan. Sedangkan dalam pembayaran dilakukan dengan mentransfer uang tunai langsung ke nomor rekening dari bank yang telah ditentukan oleh penjual atau dibayar dengan menggunakan pulsa operator.

Ada berbagai cara yang digunakan penjual dalam memperoleh follower, likes dan viewer. Salah satunya adalah dengan cara meminta username serta password akun yang akan ditambah followernya. Kemudian ia (penjual) mem-follow sebanyak mungkin akun-akun instagram dengan menggunakan username serta password milik pembeli. Dari akun-akun yang sudah di follow tersebut, penjual berharap mereka akan melakukan followback. Hal inilah yang menjadi perhitungan achievement dari jasa mereka. Setelah selesai proses penambahan follower, hasilnya ada tambahan lebih dari lima ratus follower baru di akun tersebut.

Lalu, bagaimana fiqih menghukumi praktik jual beli follower seperti ini? Adakah keterangan dari para ulama yang menerangkannya?

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak keterangan dari kitab fiqih islam wa adillatuhu, juz lima halaman 495. Redaksinya sebagai berikut :

واما اجارة الذمة فهي الواردة على  منفعة متعلقة بذمة الموجر كاستئجار دابة او سيارة ذات اوصاف معينة لإيصاله الى مكان اومدة معينة

Artinya: Adapun persewaan dalam tanggungan adalah sesuatu yang datang atas manfaat yang berkaitan dengan tanggungan orang yang menyewakan, seperti menyewakan hewan tunggangan, kendaraan yang memiliki ciri-ciri tertentu untuk menyampaikannya pada tempat tertentu atau waktu tertentu.

Jadi, bila dikaitkan dengam redaksi kitab diatas, pemilik akun instagram yang ingin ditambah follower-nya itu menyewa jasa pada orang yang menjual jasa menambah follower dengan cara follow-unfollow, sehingga hal ini diharapkan terjadi peningkatan follower (pengikut) pada instagram yang dimaksud ll.

Mengapa diperbolehkan? Karena Imam Syafi’i sendiri membagi akad sewa (ijaroh) itu menjadi dua macam, yakni sewa-menyewa benda dan sewa-menyewa dalam tanggungan. Hal ini sebagaiman keterangan dalam kitab fiqhul islam wa adillatuhu:

إلإجارة نوعان عند الشافعية: اجارة عين و اجارة ذمة

Artinya: Akad sewa-menyewa itu ada dua menurut mazhab Syafi’i, yakni sewa-menyewa benda dan akad sewa-menyewa tanggungan.

Jadi kesimpulannya jelas, bahwa jual beli follower instagram itu hukumnya sah atau diperbolehkan.

Sekian. Terima kasih.

100%

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here