Hukum Istri Menjadi Tenaga Kerja di Luar Negeri

0
19

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, masih banyak perempuan yang menjadi tenaga kerja di luar negeri. Bahkan tak jarang para perempuan tersebut sudah bersuami dan memiliki anak.

Umumnya, mereka berangkat ke luar negeri untuk bekerja karena terpaksa disebabkan ekonomi keluarga yang tidak mencukupi. Sebenarnya, bagaimana hukum istri menjadi tenaga kerja di luar negeri?

Dalam Islam, pada dasarnya seorang istri diperbolehkan bekerja untuk membantu suami. Tak masalah bagi seorang istri membantu suami mencari nafkah. Hanya saja, jika bekerja sampai meninggalkan suami dan keluarga, seperti bekerja ke luar negeri, maka para ulama tidak membolehkan kecuali memenuhi tiga syarat berikut;

Pertama, suami sangat miskin sehingga tidak bisa memberikan nafkah minimal sehari-hari. Jika suami sangat miskin, baik karena tidak memiliki penghasilan sama sekali, atau karena sakit tertentu sehingga tidak bisa bekerja, maka istri boleh bekerja di luar negeri.

Ini sebagaimana disebutkan Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

ومنها إذا خرجت لاكتساب نفقة بتجارة، أو سؤال أو كسب إذا أعسر الزوج

Di antara hal membolehkan istri keluar rumah adalah jika ia keluar untuk mencari nafkah, baik dengan berdagang, minta, atau usaha, jika suaminya miskin.

Kedua, aman dari fitnah dan gangguan selama bekerja, baik terhadap dirinya, hartanya, dan kehormatannya.

Ketiga, berangkat bersama mahramnya atau sesama perempuan yang bisa dipercaya, menurut sebagian ulama. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

هل يجوز للمرأة أن تسافر لحج التطوع أو لسفر زيارة وتجارة ونحوهما مع نسوة ثقاتأو امرأة ثقة ؟ فيه وجهان ..أحدهما يجوز كالحج والثاني وهو الصحيح باتفاقهم وهو المنصوص في الأم، وكذا نقلوه عن النص لا يجوز، لأنه سفر ليس بواجب.

Apakah boleh bagi perempuan berangkat untuk melaksanakan haji sunnah, atau berangkat ziarah, berdagang dan lainnya bersama perempuan yang terpercaya? Dalam masalah ini ada dua pendapat. Yang pertama adalah boleh, sebagaimana pergi untuk menunaikan haji wajib. Kedua, dan ini yang paling shahih menurut kesepakatan para ulama dan yang ditegaskan  dalam kitab Al-Umm, bahwa hukumnya tidak boleh karena hal itu bukan perjalanan wajib.

Demikian pembahasan tentang hukum istri menjadi tenaga kerja di luar negeri. Semoga bermanfaat.

(Baca: Penggalangan Dana NU Care Berhasil Membebaskan Ibu Eti dari Hukuman Mati di Arab Saudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here